Logo Bloomberg Technoz

Kegiatan Usaha RI Masih Lesu, Pertambangan & Tekstil Paling Lemas

Redaksi
18 July 2025 13:54

Pertambangan nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian
Pertambangan nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kegiatan dunia usaha pada kuartal II-2025 masih belum menunjukkan greget yang meyakinkan. Kondisi kegiatan usaha masih lesu dibanding tahun lalu meski ada sedikit perbaikan dibanding kuartal pertama tahun ini.

Hal itu terungkap dalam laporan Survei Kegiatan Dunia Usaha yang dilansir Bank Indonesia untuk kuartal II-2025, hari ini (18/7/2025). 

Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan dunia usaha pada periode April-Mei-Juni 2025, tercatat sebesar 11,7%, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu yang sebesar 17,2%. Namun, angkanya sudah lebih tinggi dibanding kuartal pertama tahun ini yang sebesar 7,63%.


Berikut ini daftar lapangan usaha dan subsektor yang mencatat kontraksi pertumbuhan pada kuartal II-2025:

  1. Lapangan usaha pertambangan dan penggalian -0,27%
  2. Industri tekstil dan pakaian jadi -0,11%
  3. Industri kayu, barang dari kayu, gabus dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya -0,08%
  4. Tanaman hortikultura -0,08%
  5. Industri furnitur -0,05%
  6. Industri karet, barang dari karet dan plastik -0,02%
  7. Industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki -0,02%

Sementara untuk prakiraan kinerja kegiatan usaha pada kuartal III-2025, berikut lapangan usaha dan industri yang diprediksi merosot alias tumbuh negatif:

  1. Tanaman pangan -0,68%
  2. Industri pengolahan tembakau -0,06%
  3. Industri tekstil dan pakaian jadi -0,06%