Dalam konferensi pers tersebut, Lavrov menyebut keterlibatan pasukan Korea Utara di wilayah Kursk — di mana pasukan Kremlin berhasil memukul mundur serangan mendadak Ukraina tahun lalu — sebagai simbol “persaudaraan tak tergoyahkan” antara kedua negara.
Ukraina pada Juni lalu mengklaim masih menguasai sebagian kecil wilayah sekitar 90 kilometer persegi di Oblast Kursk.
Lavrov juga menyebut Rusia akan memfasilitasi peningkatan kunjungan wisatawan ke Korea Utara. Negeri tertutup itu membuka kawasan wisata pantai Wonsan-Kalma pada Juni lalu, dengan Kim Jong Un memimpin langsung seremoni peresmiannya.
Selain itu, Lavrov menyampaikan bahwa Belarus — dengan dukungan Rusia — telah mengundang Korea Utara untuk berpartisipasi dalam Konferensi Arsitektur Keamanan Eurasia ketiga yang dijadwalkan digelar di Minsk pada Oktober mendatang.
Kunjungan akhir pekan ini berlangsung kurang dari sebulan setelah Pyongyang menyetujui pengiriman tambahan 6.000 pasukan militer ke wilayah Kursk dalam pertemuan Juni lalu antara Kim dan Sergei Shoigu — penasihat keamanan utama Putin sekaligus mantan Menhan Rusia. Itu menjadi kunjungan ketiga Shoigu ke Pyongyang dalam tiga bulan terakhir.
Hubungan kedua negara terus menguat setelah penandatanganan perjanjian militer tahun lalu yang bertujuan memperluas kemitraan strategis di tengah tekanan sanksi internasional.
Rusia dan Korea Utara juga berencana mengaktifkan kembali jalur transportasi laut antarkedua negara.
Pemerintah Barat menuduh Kremlin menukar teknologi militer dengan senjata dan tenaga manusia dalam perang yang kini memasuki tahun keempat.
Penempatan pasukan Korea Utara di Rusia juga memberikan pengalaman tempur nyata kepada militer Pyongyang.
Kepala intelijen militer Ukraina, Kyrylo Budanov, mengatakan dalam wawancara dengan Bloomberg News bahwa Korea Utara kini menyuplai hingga 40% amunisi Rusia dalam perang tersebut. “Itu senjata yang bagus,” ujarnya.
“Korea Utara punya cadangan besar dan produksinya berjalan 24 jam,” tambah Budanov. Bloomberg belum bisa memverifikasi secara independen pernyataan tersebut.
Kunjungan Lavrov ke Pyongyang merupakan bagian dari “putaran kedua dialog strategis tingkat menteri luar negeri,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Rabu, menurut laporan Tass.
Menlu Choe Son Hui sebelumnya sempat bertemu Putin dan Lavrov dalam kunjungannya ke Moskow pada November lalu.
Sebelum tiba di Pyongyang, Lavrov terlebih dahulu melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur, di mana dia bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di sela pertemuan ASEAN.
(bbn)































