Logo Bloomberg Technoz

AS Perkuat Tekanan ke Iran Lewat Sanksi Minyak Baru

News
04 July 2025 15:50

Warga Iran membentangkan bendera negara dan poster Ayatollah Ali Khamenei. (Bloomberg)
Warga Iran membentangkan bendera negara dan poster Ayatollah Ali Khamenei. (Bloomberg)

Ryan Chua - Bloomberg News

Bloomberg, Amerika Serikat (AS) kembali mengambil langkah untuk membatasi perdagangan minyak Iran, mempertahankan tekanannya terhadap Teheran meskipun Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran sanksi setelah membombardir fasilitas nuklir negara itu.

Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (3/7/2025) mengumumkan sanksi terpisah terhadap sejumlah perusahaan serta armada kapal bayangan yang membantu Iran mengekspor minyak mentahnya.


Sanksi Departemen Keuangan menyasar jaringan bisnis yang dituduh membeli dan mengangkut minyak Iran senilai miliaran dolar. Daftar tersebut mencakup beberapa perusahaan yang diduga menjual minyak Iran kepada pembeli Barat dengan memalsukan asal pengiriman sebagai minyak Irak, serta pemiliknya, seorang warga negara ganda Irak-Inggris bernama Salim Ahmed Said.

Sebagian hasil penjualan minyak tersebut disebut telah mengalir ke Garda Revolusi Islam Iran – Pasukan Quds.