ESDM Proyeksikan Pelanggan Listrik Subsidi 2026 Capai 44,8 Juta
Redaksi
02 July 2025 18:10

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pemerintah memproyeksikan pelanggan listrik bersubsidi pada 2026 mencapai 44,88 juta, naik dari estimasi tahun ini sebanyak 43,43 juta pelanggan.
Dengan kenaikan itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan anggaran subsidi listrik dalam RAPBN 2026 bisa di rentang Rp97,37 triliun—Rp104,97 triliun.
“Subsidi listrik untuk rumah tangga diberikan kepada rumah tangga miskin dan rentan; serta mendorong transisi energi yang lebih efisien dan adil dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, fiskal dan lingkungan,” kata Menteri ESDM dalam paparan di Komisi XII DPRI RI, Rabu (2/7/2025).
Kebutuhan anggaran subsidi listrik tersebut diestimasikan dengan mempertimbangkan perhitungan kurs rupiah di rentang Rp16.500—Rp16.900 per dolar AS, Indonesian Crude Price (ICP) di rentang US$60—US$80 per barel, dan inflasi 1,5%—3,5% pada 2026.
Dari sisi penjualan, listrik bersubsidi pada tahun depan diperkirakan mencapai 81,56 TWh dengan perincian porsi listrik golongan R1/450 VA Rp42,5 triliun—Rp45,2 triliun (43,7%—43,10%); R1/900 VA Rp20,5 triliun—Rp2,0 triliun (21,1%—21,0%); sosial Rp11,3 triliun—Rp15,8 triliun (14,6%—15,1%); bisnis kecil Rp11,4 triliun—Rp12,5 triliun (11,7%—11,9%); industri kecil Rp7,4 triliun—Rp8,2 triliun (7,6%—7,8%); pemerintah Rp0,4 triliun—Rp0,5 triliun (0,4%—0,5%); dan lainnya Rp0,7 triliun—-Rp0,8 triliun (0,7%—0,8%).






























