Logo Bloomberg Technoz

“Tren dan momentum di pasar berisiko menciptakan lingkungan hampir ideal untuk beroperasi,” tulis Chris Weston, Kepala Riset Pepperstone Group. Pengurangan cepat risiko geopolitik dan ekspektasi tercapainya kesepakatan dagang memberikan dorongan tambahan bagi pasar berisiko.

Tim dagang India juga memperpanjang kunjungannya di Washington untuk menyelesaikan perbedaan pandangan dengan AS dalam upaya mencapai kesepakatan sebelum tenggat 9 Juli, menurut sumber yang mengetahui pembahasan ini. Trump sebelumnya menyatakan dirinya tidak melihat perlunya memperpanjang tenggat tersebut.

Namun, ketahanan pasar ini dinilai sebagian analis sebagai bentuk kelengahan, dengan pelaku pasar dinilai “menelan mentah-mentah” narasi pemerintahan Trump, ujar Kyle Rodda, analis pasar senior Capital.com di Melbourne. Menurutnya, pasar berpotensi terus menguat jika tarif agregat menurun setelah tenggat, atau sebaliknya mengalami “pembalikan” jika kesepakatan tak tercapai.

Sentimen pasar bulan ini membaik seiring inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan dan meredanya ketegangan dagang. Indeks S&P 500 sudah naik 10% sepanjang kuartal ini, mencatat kenaikan keenam dalam tujuh kuartal terakhir. Sementara itu, indeks dolar AS anjlok 6,3% pada periode yang sama, dalam jalur pelemahan kuartalan terbesar sejak Desember 2022.

“Konflik terbaru di Timur Tengah menjadi pengingat bahwa guncangan kebijakan baru bisa saja muncul. Namun selama skenario terburuk tidak terjadi, situasi ini justru menciptakan ‘dinding kekhawatiran’ yang bisa dilewati pasar,” tulis analis Goldman Sachs Group Inc, termasuk Kamakshya Trivedi, dalam catatan mereka.

Di sisi lain, negosiasi mengenai rancangan pemotongan pajak Trump masih berlangsung, di mana Partai Republik terus berupaya meyakinkan anggota yang masih menolak untuk mendukung rancangan ini. Pemungutan suara diperkirakan berlanjut hingga Senin. Kantor Anggaran Kongres (CBO) memperkirakan kebijakan ini akan menambah hampir US$3,3 triliun pada defisit AS dalam satu dekade mendatang.

Fokus investor berikutnya tertuju pada rilis data PMI manufaktur dan non-manufaktur China pada Senin ini, sebagai bahan untuk menilai dampak perang dagang Trump terhadap perekonomian negara tersebut.

“Pelaku pasar akan mencermati apakah pesanan ekspor baru dalam PMI manufaktur kembali meningkat setelah AS dan China sepakat pada gencatan dagang pertengahan Mei lalu,” tulis analis Commonwealth Bank of Australia termasuk Kristina Clifton dalam catatan untuk klien.

Beberapa pergerakan utama di pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 naik 0,2% pada pukul 9:26 pagi waktu Tokyo
  • Topix Jepang naik 0,8%
  • S&P/ASX 200 Australia naik 0,2%
  • Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 1,5%

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,1%
  • Euro sedikit berubah pada $1,1726
  • Yen Jepang sedikit berubah pada 144,54 per dolar
  • Yuan offshore sedikit berubah pada 7,1692 per dolar
  • Mata Uang Kripto
  • Bitcoin naik 1,2% menjadi $108.680,58
  • Ether naik 3,4% menjadi $2.515,12

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun sedikit berubah pada 4,28%
  • Imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun Jepang naik 1,5 basis poin menjadi 1,425%
  • Imbal hasil obligasi 10 tahun Australia naik empat basis poin menjadi 4,16%

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate turun 1,4% menjadi $64,60 per barel
  • Emas spot turun 0,2% menjadi $3.268,32 per ons

Artikel ini dibuat dengan bantuan Bloomberg Automation.

(bbn)

No more pages