Logo Bloomberg Technoz

Langkah ini dilakukan setelah Mitsubishi Motors Corp mengumumkan akan mengerek harga tiga model di AS. Produsen mobil besar lainnya telah berupaya keras untuk meminimalkan dampak perang dagang antara AS dan China.

Para produsen mobil terbesar Jepang, yang sangat bergantung pada pasar AS, mengalami kerugian miliaran dolar jika negosiasi dengan Gedung Putih gagal menurunkan tingkat tarif.

Toyota mengatakan pada Mei bahwa mereka memperkirakan kerugian sebesar ¥180 miliar (US$1,2 miliar) akibat tarif pada April dan Mei saja. Nissan Motor Co dan Honda Motor Co sama-sama memprediksi rugi sebesar US$3 miliar, sedangkan Subaru Corp dan Mazda Motor Corp menahan proyeksi laba tahunan mereka untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2026.

Perusahaan juga mengungkap baha penjualan global Honda turun 4% pada Mei menjadi 298.167 unit, begitu juga dengan produksinya yang merosot 6%.

Nissan menjual 256.159 unit bulan lalu, lebih rendah 6% dari tahun lalu karena produksi turun hampir 17% menjadi 229.645 unit.

Pada Kamis, Kepala negosiator perdagangan Jepang, Ryosei Akazawa mengatakan negaranya tidak bisa menerima tarif mobil sebesar 25% yang ditetapkan Trump. Akazawa mengatakan produsen mobil Jepang memproduksi sekitar 3,3 juta mobil per tahun di AS, yang jauh lebih banyak daripada 1,37 juta unit yang mereka kirim ke sana.

Awal bulan ini, Pemimpin Toyota, Akio Toyoda diangkat kembali dengan 97% suara dalam rapat umum tahunan perusahaan. Setelah dukungan investor turun selama tiga tahun, pemulihan ini menandakan persetujuan diam-diam atas kinerja stabil pabrikan mobil tersebut selama periode yang sangat bergejolak bagi industri otomotif global.

(bbn)

No more pages