Sebelumnya, Bloomberg News mengeklaim Indonesia memangkas rencana anggaran untuk program MBG yang digadang-gadang menjadi program makan siang gratis termahal kedua di dunia.
Hal ini memberikan sedikit ruang fiskal di tengah ambisi Presiden Prabowo Subianto menjalankan sejumlah proyek berbiaya besar.
Pengeluaran untuk program tersebut, yang ditargetkan dapat menjangkau 83 juta orang dalam beberapa bulan ke depan, kini diproyeksikan sebesar Rp350 triliun (setara US$21,4 miliar) untuk anggaran tahun depan, menurut Bloomberg News mengacu pada sebuah kesempatan wawancara bersama Dadan.
Angka ini turun 22% dari proyeksi sebelumnya setelah pemerintah menyesuaikan estimasi biaya bahan baku makanan turun di bawahnya.
Untuk tahun ini, menurut pemberitaan tersebut, anggaran program MBG diperkirakan mencapai sekitar US$7,5 miliar, atau turun 29% dari rencana awal.
Program makan gratis lima kali dalam sepekan ini bertujuan untuk meningkatkan gizi pelajar, anak di bawah usia lima tahun, serta ibu hamil dan menyusui.
Penyesuaian ini dinilai dapat meredakan kekhawatiran investor terhadap proyeksi defisit anggaran Indonesia, di tengah mendorong Prabowo melaksanakan proyek-proyek besar sejak awal masa jabatannya.
(dec/spt)




























