Logo Bloomberg Technoz

Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat situasi sedang penuh turbulensi, investor biasanya memilih emas sebagai sarana perlindungan.

Emas batangan di sebuah brankas emas yang dioperasikan oleh Silver Bullion Pte Ltd di Singapura. (Bloomberg)

Akan tetapi, sepertinya reaksi pasar tidak terlalu berlebihan. Tidak seperti serangan Israel ke Iran belum lama ini, yang membuat harga emas sempat melonjak.

“Memang ada risk-off (sikap menghindari risiko), tetapi tidak akan agresif. Kita masih harus melihat bagaimana reaksi Iran dan perkembangan konflik ke depan,” kata Diego Fernandez, Chief Investment Officer di A&G Banco, seperti dikutip Bloomberg News.

Evgenia Molotova, Senior Investment Manager di Pictet Asset Management, menilai konflik di Timur Tengah cenderung bisa diredam. Sejauh ini, konflik bisa dilokalisir dan belum berdampak terhadap ekonom global.

“Satu-satunya yang bisa membuat konflik menjadi lebih serius adalah jika Selat Hormuz diblokade,” ujar Molotova, juga dikutip dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Bagaimana ‘ramalan’ harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang perlu diwaspadai pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 51.

RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI emas tidak jauh di atas 50 sehingga boleh dibilang cenderung netral.

Namun indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 4. Jauh di bawah 20 yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).

Hari ini, harga emas sejatinya berpotensi naik. Target resisten terdekat ada di US$ 3.368/troy ons yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US 3.387/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.

Sedangkan target support terdekat adalah US$ 3.349/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga emas ke arah US$ 3.328/troy ons.

(aji)

No more pages