Logo Bloomberg Technoz

“Selain itu, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor yang menahan laju penguatan,” sebut riset BRI Danareksa Sekuritas.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah PANI, INDY, dan ESSA.

CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, Melemahnya Bursa Wall Street seiring adanya sinyal bahwa The Fed tidak akan terburu-buru dalam menurunkan suku bunga acuan diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.

Seperti diketahui, Bank Sentral AS (Federal Reserve/ The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam kisaran target 4,25% hingga 4,5% dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang digelar dini hari tadi.

Dipertahankannya Federal Funds Rate (FFR) tersebut menandai pertemuan keempat berturut-turut tanpa perubahan kebijakan moneter, seperti yang diwartakan Bloomberg News.

The Fed's June Dot Plot. (Sumber: Federal Reverse)

Sementara itu naiknya harga beberapa komoditas seperti minyak mentah, batubara, cpo, gas, nikel, timah dan pulp berpeluang menjadi sentimen positif untuk IHSG. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.050–6.990 dan resist 7.165–7.220,” tulis riset CGS International.

Dengan saham-saham pilihan versi CGS meliputi meliputi ANTM, BRPT, TLKM, INTP, BTPS, dan ADMR.

Senada, Panin Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi lanjut melemah, diperberat oleh tensi geopolitik yang masih tinggi antara US dan Israel – Iran, melemahnya nilai tukar rupiah, serta kembali keluarnya dana asing.

“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip paparan Panin Sekuritas.

Di sisi lain, dynamic support MA–50 di 6.934 diharapkan mampu menopang pelemahan IHSG. 

Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah GOTO, AMRT, TKIM, dan ICBP.

Riset Phintraco Sekuritas menyebut, pasar terimbas sentimen negatif dari meningkatnya intensitas perang Iran–Israel dan kegelisahan AS akan ikut serta dalam konflik tersebut. Dari dalam negeri, sesuai dengan prediksi, BI mempertahankan BI Rate tetap pada level 5,5%.

Keputusan ini sejalan dengan inflasi yang terkendali dalam kisaran target BI, stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global yang tinggi, serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Secara teknikal, indikator Stochastic RSI berada di area oversold, namun indikator MACD cenderung mendatar. Bollinger Bands menyempit yang mengindikasikan pasar menunggu sentimen baru untuk naik atau melanjutkan koreks,” paparnya.

Dengan pagi ini IHSG menembus level 7.100 di i tengah tekanan geopolitik eksternal yang meningkat dan minimnya sentimen positif baru.

Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham ICBP, ESSA, TLKM, MAPI, dan INCO.

Dari global, The Fed mempertahankan suku bunganya tetap pada level 4,25%–4,5%. The Fed akan mencermati dampak tarif impor, sebelum memutuskan arah kebijakan suku bunga berikutnya.

The Fed meramalkan lebih sedikit penurunan suku bunga tahun depan di tengah kecemasan tentang pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang lebih cepat.

Amount of Fed Rate Cuts Priced by End of Year. (Sumber: Bloomberg)

The Fed juga mengindikasikan suku bunga acuan turun menjadi 3,9% di tahun ini, mempertahankan perkiraan untuk dua kali pemangkasan suku bunga. Untuk tahun 2026, The Fed mengestimasi suku bunga turun menjadi 3,6%, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,4% pada bulan Maret. Untuk tahun 2027, The Fed merevisi suku bunga berpotensi turun menjadi 3,4%, ada kenaikan dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 3,1%.

(fad)

No more pages