Logo Bloomberg Technoz

Beberapa pakar menyarankan untuk menjaga level pengisian tidak lebih dari 80% untuk menjaga performa jangka panjang. Tak heran, banyak produsen kini memasukkan fitur pembatas pengisian otomatis pada sistem operasi mereka.

Teknologi Baterai Lithium-Ion: Sensitif dan Rentan

Mayoritas ponsel saat ini menggunakan baterai lithium-ion atau lithium-polymer, yang memiliki keunggulan dalam efisiensi dan kecepatan pengisian. Namun, jenis baterai ini juga sangat sensitif terhadap tegangan tinggi dan panas berlebih.

Saat baterai diisi hingga 100%, ion lithium menempati seluruh ruang dalam sel baterai. Ini menciptakan tekanan tinggi, yang dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan struktural pada material aktif. Akibatnya, baterai akan lebih cepat menurun kapasitasnya dan mengalami penurunan performa drastis.

Beberapa produsen seperti Apple dan Sony bahkan membekali perangkat mereka dengan sistem Smart Charging yang otomatis menghentikan pengisian di angka tertentu untuk memperpanjang usia pakai baterai.

Bahaya Suhu Tinggi Saat Pengisian

Panas adalah musuh utama baterai. Mengisi daya sambil menggunakan HP, apalagi untuk aktivitas berat seperti menonton video atau bermain game, bisa menyebabkan suhu melonjak.

Apalagi jika ponsel dibiarkan terhubung ke charger semalaman dalam kondisi casing tebal atau di tempat panas seperti dashboard mobil, suhu internal bisa mencapai level berbahaya.

Dampak panas berlebih:

  • Baterai bisa memuai.

  • Meningkatkan risiko kebocoran hingga ledakan.

  • Merusak komponen internal lainnya.

Oleh karena itu, selalu pastikan mengecas di tempat yang sejuk, berventilasi baik, dan hindari aktivitas berat saat pengisian.

Rekomendasi Level Pengisian Ideal

Ilustrasi Cas HP Sebaiknya Tidak Sampai 100% (Envato)

Menjaga level daya di antara 20% hingga 80% terbukti secara ilmiah sebagai cara paling efektif untuk memperpanjang usia baterai. Pengisian dalam rentang ini menstabilkan proses kimiawi di dalam baterai, menjaga suhu tetap rendah dan mengurangi tekanan internal.

Sebaliknya, membiarkan baterai habis hingga 0% juga berisiko menyebabkan kerusakan permanen pada sel. Oleh karena itu, lebih baik mengisi daya ketika baterai sudah mencapai 20-30%, dan mencabutnya ketika mendekati 80%.

Manfaatkan Fitur Pengisian Cerdas

Smartphone flagship terbaru dari Apple, Samsung, Sony, hingga Xiaomi kini dilengkapi fitur seperti:

  • Optimized Battery Charging (iPhone)

  • Battery Care (Sony Xperia)

  • Smart Charging Mode (beberapa perangkat Android)

Fitur ini bekerja dengan mempelajari pola penggunaan pengguna, lalu menyesuaikan kapan pengisian dilanjutkan agar tidak terlalu lama berada di kapasitas penuh. Contohnya, pengisian hanya mencapai 80% di malam hari dan baru dilanjutkan ke 100% menjelang Anda bangun.

Penggunaan fitur ini sangat penting terutama bagi mereka yang sering mengecas semalaman. Dengan teknologi ini, potensi overcharge dan stres baterai bisa dihindari.

Tips Mengecas HP yang Benar Agar Baterai Lebih Awet

Ilustrasi Cas HP Sebaiknya Tidak Sampai 100% (Envato)

Berikut tips praktis dan mudah diterapkan untuk menjaga umur baterai:

  1. Mulai mengecas saat daya mencapai 20-30% – hindari hingga 0%.

  2. Cabut charger di angka 80% bila memungkinkan.

  3. Gunakan charger dan kabel original dari produsen resmi.

  4. Jangan gunakan HP saat mengecas – apalagi untuk bermain game atau video streaming.

  5. Hindari mengecas semalaman tanpa fitur smart charging aktif.

  6. Aktifkan fitur pengisian pintar di pengaturan perangkat.

  7. Lepas casing tebal saat mengecas agar panas tidak terjebak.

  8. Jangan mengecas di tempat panas seperti dalam mobil atau bawah sinar matahari langsung.

(seo)

No more pages