Edy Supartono, Country Training Manager Huawei CBG Indonesia menyebutkan kehadiran versi Pro merupakan strategi untuk memperluas segmen pasar smartwatch, khususnya bagi pengguna muda yang aktif namun membutuhkan fitur kesehatan dan kebugaran profesional.
"Fit 4 mungkin akan memasukkan lebih banyak volume quantity. Kenapa? Karena satu, secara varian, kita lebih banyak. Jadi per warna itu kita ada 3, setiap warna. Terus kita juga ada seri Pro," kata Edy ketika ditemui di acara peluncuran Huawei Fit 4 Series, Jakarta, Selasa (27/5/2025). "Kalau sebelumnya kan nggak ada [seri pro]. Jadi [sekarang] ada Fit 4 biasa, ada Fit 4 Pro, dan masing-masing tiga warna. Total ada enam. Jadi otomatis tahun ini pasti akan ada pertumbuhan dari sisi volume."
Menariknya, Huawei bukan satu-satunya produsen yang menantang dominasi Apple di kelas smartwatch premium. Garmin baru saja mengumumkan Venu X1 dengan banderol US$799 (Rp13 jutaan), juga mengusung desain layar persegi dan bodi titanium. Venu X1 dilengkapi fitur seperti peta warna penuh, pelacakan 100+ aktivitas, speaker dan mikrofon, serta layar AMOLED 2 inci.
Tak ketinggalan, bocoran dari Samsung, Jumat (13/6/2025) menunjukkan kemungkinan kehadiran Galaxy Watch Ultra 2, yang disebut-sebut akan mengusung desain squircle (gabungan persegi dan lingkaran), dan menjadi pesaing langsung Apple Watch Ultra.
Meski Apple tetap unggul dari sisi ekosistem, Huawei, Garmin, dan Samsung mulai menggarap celah lewat desain serupa, fitur inovatif, dan harga yang lebih kompetitif.
Kini, konsumen Indonesia, terutama generasi muda yang aktif dan peduli dengan kesehatan, punya lebih banyak alternatif sebelum memutuskan untuk merogoh kocek dalam-dalam demi satu nama: Apple.
(prc/del)































