Logo Bloomberg Technoz

Sementara, minyak jenis Brent ada di US$77,18 per barel. Terbang 11% secara point-to-point.

Kenaikan harga ini membawa angin segar kepada saham energi, terutama saham migas yang bergerak di bisnis minyak mentah. Utamanya bagi mereka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Baik itu secara jangka pendek atau jangka panjang secara kuartalan, sesudahnya akan ikut meningkatkan catatan pendapatan Perusahaan emiten minyak.

Harga Saham Emiten Migas

Paling tinggi, saham minyak dan gas PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengalami lonjakan harga saham mencapai 8,59% ke harga Rp278/saham, dengan harga tertinggi pada pagi hari mencapai Rp282/saham.

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melesat 6,25% ke level Rp1.360/saham, dengan pencapaian harga tertinggi mencapai Rp1.375/saham.

Harga Saham MEDC Lompat 6% Tersulut Kenaikan Harga Minyak (Bloomberg)

Saham minyak potensial lainnya, PT Elnusa Tbk (ELSA) juga meningkat 5,65% pada perdagangan pagi hari, menyusul harga minyak dunia yang melesat.

Posisi saat ini ELSA ada di harga potensial Rp505/saham, dan diperdagangkan pada harga Rp490–Rp510/saham. Emiten ELSA bergerak pada minyak dan gas, dan merupakan anak usaha dari Pertamina Hulu Energi, yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina.

Senada, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) meninggi 3,89%, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menguat 1,79%, dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melesat 1,76%.

Kenaikan harga saham juga terjadi pada saham PT Super Energy Tbk (SURE). Laju saham SURE menguat 1,66% ke harga Rp2.450/saham.

Menyusul rekannya, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) menguat 0,98% ke harga Rp103/saham. 

Memicu Perangan Baru di Timur Tengah

Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran dalam eskalasi besar-besaran di tengah kebuntuan atas perundingan program nuklir Teheran dengan Amerika Serikat.

Serangan ini berisiko memicu perang baru di Timur Tengah.

Menurut laporan media lokal, ledakan terdengar di Teheran. Iran sebelumnya telah berjanji akan membalas setiap serangan yang dilancarkan terhadap Republik Islam itu.

Seperti yang diwartakan Bloomberg News, serangan tersebut terjadi di tengah pertanyaan baru tentang upaya diplomatik untuk menyelesaikan ketegangan atas program nuklir Iran.

Martha Christina, Head of Investment Information Mirae Asset dalam riset terbaru pagi ini menyebut Israel melakukan serangan militer ke Iran pada Jumat pagi setempat. Hingga serangan ini menargetkan fasilitas nuklir dan kawasan militer di Teheran.

Efek langsungnya, komoditas melonjak, pasar bergejolak. Harga brent oil melompat lebih dari 7% ke level US$74. Harga emas melejit 1% ke atas level US$3.400 pagi ini.

“Waspadai pelemahan IHSG, saran Buy on Weakness. Potensi trading untuk saham terkait minyak dan emas,” mengutip riset Investment Information Mirae Asset Sekuritas.

Mengutip riset Panin Sekuritas pagi ini, investor mencermati tensi politik Israel–Iran, setelah Israel melakukan serangan misil dan drone ke Iran, di mana Menteri Pertahanan Israel, Katz, mengumumkan ini adalah situasi khusus dan menyatakan tidak ada keterlibatan US.

“Ada kemungkinan IHSG melanjutkan pelemahan menuju MA–20 di 7.072 sampai dengan angka psikologis 7.000,” tulis analisis Panin, dengan mencermati Dynamic Support MA–50 di 6.898 diharapkan mampu menopang IHSG.

*Dengan asistensi Muhammad Fikri

(fad)

No more pages