Harga minyak dunia langsung melompat lebih dari 9% pada Jumat pagi ini setelah Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran dalam eskalasi besar-besaran di tengah kebuntuan atas perundingan program nuklir Teheran dengan Amerika Serikat. Serangan ini berisiko memicu perang baru di Timur Tengah.
Menurut laporan media lokal, ledakan terdengar di Teheran. Iran sebelumnya telah berjanji akan membalas setiap serangan yang dilancarkan terhadap Republik Islam itu.
Dalam pernyataannya, Jumat (13/6/2025), Menteri Pertahanan Israel mengumumkan keadaan darurat khusus akibat "serangan pencegahan" Israel terhadap Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengonfirmasi serangan Israel menyasar fasilitas nuklir Iran dan mengatakan operasi ini akan terus berlanjut selama beberapa hari ke depan.
"Baru saja, Israel melancarkan operasi Rising Lion, operasi militer terarah untuk menghalau ancaman Iran terhadap kelangsungan hidup Israel," kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi.
"Operasi ini akan terus berlanjut selama diperlukan untuk menghilangkan ancaman ini. Selama satu dekade, para tirani Teheran secara terang-terangan dan terbuka menyerukan penghancuran Israel."
Dia mengatakan Iran memiliki program untuk mengembangkan senjata nuklir dan mengklaim bahwa Iran "dapat memproduksi senjata nuklir" jika tidak dihentikan.
"Ini adalah bahaya yang nyata dan mengancam kelangsungan hidup Israel," ujar Netanyahu, seperti dilaporkan CNN, Jumat (13/6/2025).
(rui)































