Komentar pemimpin AS itu muncul karena ia tampak makin frustrasi dengan perkembangan perundingan gencatan senjata Ukraina, tetapi reaksi Kremlin tidak memberi tanda bahwa Putin siap membatalkan penolakannya terhadap gencatan senjata dalam konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II.
Sebaliknya, pemimpin Rusia tersebut tetap kukuh menolak tuntutan maksimalis Kyiv untuk mengakhiri invasinya, yang kini memasuki tahun keempat.
Menurut Kremlin, Putin dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Senin (26/5/2025) waktu setempat. Turki menjadi tuan rumah perundingan antara Rusia dan Ukraina awal bulan ini, di mana Moskow menolak gencatan senjata selama 30 hari.
Melalui platform media sosial X, Senin, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan Rusia meluncurkan ratusan pesawat nirawak dan sembilan rudal jelajah ke berbagai wilayah di seluruh negaranya dalam semalam. Pemimpin Ukraina itu menyebut serangan itu membuat banyak orang terluka dan infrastruktur sipil rusak.
Itu merupakan puncak dari tiga malam serangan berturut-turut. Pada Minggu (25/5/2025), pihak berwenang Ukraina mengatakan sedikitnya 12 orang tewas pada malam sebelumnya, yang mendorong Zelenskiy memperbarui seruannya untuk memberi Rusia lebih banyak sanksi. Serangan-serangan itu bertepatan dengan hari ketiga pertukaran tahanan antara kedua negara.
Diplomat tertinggi Uni Eropa, Kaja Kallas menggambarkan serangan terbaru itu "sangat mengerikan" dalam komentarnya kepada wartawan pada Senin, seraya menambahkan bahwa "kitalah yang harus menekan Rusia."
Peskov mengungkap serangan-serangan tersebut merupakan "serangan balasan" bagi Ukraina yang menargetkan infrastruktur sipil. Pekan lalu, Kyiv menargetkan Rusia tengah dengan pesawat nirawak hampir terus-menerus selama beberapa hari, berbeda dengan serangan-serangan sebelumnya yang biasanya terjadi dalam satu malam.
Rusia mengatakan pihaknya telah menangkis 96 pesawat nirawak dalam semalam, di mana beberapa di antaranya menargetkan Moskow dan menyebabkan gangguan penerbangan di bandara-bandara besar di wilayah ibu kota Rusia.
Trump juga mengecam Zelenskiy melalui unggahan di media sosial yang sama, yang ia gunakan mengkritik Putin.
"Presiden Zelenskiy tidak membantu negaranya dengan berbicara seperti itu," katanya dalam unggahan di Truth Social. "Semua yang keluar dari mulutnya menimbulkan masalah, saya tidak menyukainya, dan sebaiknya dihentikan."
(bbn)































