"Ada beberapa dunia usaha Kadin yang sudah berhasil menjalin kerja sama investasi berbasis Environmental Sustainability Goals [ESG]. Ini mengacu kepada Sustainable Development Goals [SDGs]," kata Rico.
Selain sektor infrastruktur, forum tersebut juga menyoroti potensi kolaborasi dalam penyediaan makanan bergizi gratis (MBG) untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Rico menyebut teknologi canggih dari China akan diadopsi untuk memastikan program ini berjalan efektif.
"Teknologi mutakhir dari Tiongkok [China] akan dibawa ke Indonesia untuk memastikan masyarakat tidak lagi kekurangan gizi," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengungkapkan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dan investasi langsung berkualitas sebesar US$815 miliar pada periode 2025–2029.
"Pemerintah Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8% dalam lima tahun mendatang guna mencapai visi Indonesia Emas 2045 sekaligus memperkuat pencapaian SDGs," jelas Todotua.
Sebagai informasi, BRI merupakan strategi global yang diluncurkan China pada 2013, bertujuan meningkatkan kerja sama ekonomi dan konektivitas antarnegara. BRI terdiri dari dua koridor utama Silk Road Economic Belt (jalur darat) dan 21st Century Maritime Silk Road (jalur laut), dan saat ini telah melibatkan lebih dari 150 negara dan organisasi internasional.
(prc/ros)






























