Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Turun usai OPEC+ Pertimbangkan Tambah Produksi

News
23 May 2025 07:10

Kilang minyak./Bloomberg-Peter Boer
Kilang minyak./Bloomberg-Peter Boer

Yongchang Chin - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak dunia bergerak melemah dan diperkirakan mencatat penurunan mingguan pertama dalam tiga pekan terakhir. Pelemahan ini dipicu oleh rencana Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) yang sedang mempertimbangkan kembali untuk menaikkan kuota produksi secara signifikan, di tengah kekhawatiran pasar akan kelebihan pasokan.

Minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun mendekati level US$60 per barel setelah melemah selama empat hari berturut-turut. Penurunan ini membuat harga WTI tercatat merosot hampir 3% dalam sepekan. Sementara itu, harga minyak Brent ditutup sedikit lebih tinggi, yakni di atas US$64 per barel.


OPEC+ disebut tengah membahas kemungkinan kenaikan kuota produksi sebesar 411.000 barel per hari untuk bulan Juli. Namun hingga kini, belum ada kesepakatan yang dicapai terkait keputusan tersebut, menurut sejumlah delegasi yang terlibat dalam pembicaraan.

Sejak awal tahun ini, harga minyak telah terkoreksi sekitar 15%, menyentuh level terendah sejak tahun 2021. Koreksi ini terjadi seiring langkah OPEC+ yang melonggarkan kebijakan pembatasan produksi lebih cepat dari perkiraan. Di sisi lain, perang dagang yang dipimpin Amerika Serikat ikut membebani prospek permintaan global.