Penjualan samurai bond oleh pemerintah RI kala itu sbut juga menjadi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir, termasuk penerbitan blue bond yaitu SBN dalam yen yang dananya diarahkan untuk konservasi laut dan mitigasi perubahan iklim global.
Selama 2025 ini, Pemerintah RI di bawah Presiden Prabowo Subianto baru sekali menjual global bond yakni pada Januari lalu.
Global bond diterbitkan dalam denominasi dolar Amerika Serikat dan euro, senilai US$ 2 miliar dan EUR 1,4 miliar.
Penerbitan global bond akan menambah suplai likuiditas valas di dalam negeri yang akan positif bagi penguatan nilai rupiah. Nilai cadangan devisa pada akhir April lalu telah terkuras US$ 4,6 miliar akibat kebutuhan intervensi rupiah yang menghadapi tekanan hebat karena turbulensi pasar global.
Penerbitan global bond akan menjadi sentimen bagus bagi pasar surat utang karena tambahan suplai valas yang kian besar di pasar bisa mendukung rupiah lebih stabil sehingga Bank Indonesia bisa menyegerakan pemangkasan bunga acuan, BI rate, demi membantu perekonomian yang mulai melemah.
Pada perdagangan siang ini di pasar spot, rupiah bergerak di kisaran Rp16.460/US$, melemah dibanding pekan lalu. Namun, selama bulan Mei, rupiah telah berhasil mencetak penguatan 0,86%, terbaik ketiga setelah dolar Taiwan dan won Korsel.
(rui)

























