Logo Bloomberg Technoz

BEI menetapkan target minimal pencatatan lima IPO lighthouse hingga tahun 2025. IPO lighthouse merujuk aksi korporasi berupa penawaran umum perdana saham dari perusahaan 'kakap' dengan kapitalisasi pasar di atas Rp3 triliun dan porsi saham publik (free float) minimal 15%.

Hingga pertengahan tahun ini, baru tiga emiten yang berhasil memenuhi kriteria tersebut, yaitu PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), dan PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI).

Dengan masih adanya dua slot tersisa, pendekatan aktif BEI menjadi krusial untuk mendorong perusahaan-perusahaan besar segera masuk pipeline IPO.

“Target kami ada lima IPO lighthouse di 2025. Sampai saat ini baru tiga tercatat,” ujar Nyoman dalam keterangannya, dikutip Senin (19/5/2025).

Selain strategi jemput bola, BEI juga tengah menyusun kajian menyeluruh dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk grup usaha besar, calon emiten potensial, investor, serta lembaga pemerintah. Tujuannya adalah memahami kendala IPO skala besar sekaligus merumuskan perbaikan kebijakan dan sarana pendukungnya.

Seperti diketahui, bobot saham emiten Indonesia dalam indeks MSCI terus menurun, dan tak satu pun emiten Tanah Air masuk ke dalam konstituen MSCI Global pada periode terakhir.

Nilai IPO Mengecil

Terkait tren IPO dengan emisi kecil dan free float rendah, Nyoman menilai bahwa meski aspek tersebut penting, keberhasilan IPO tidak ditentukan oleh ukuran emisi semata.

“Yang lebih penting adalah fundamental perusahaan, baik dari sisi keuangan, operasional, legal, tata kelola, maupun potensi pertumbuhannya,” tutur dia.

Namun demikian, BEI tetap mendorong peningkatan jumlah saham yang tersedia bagi publik agar likuiditas saham emiten terjaga di pasar sekunder. Untuk itu, BEI tengah mengkaji sejumlah penyempurnaan regulasi pencatatan saham.

“Salah satunya adalah penyesuaian minimum free float pada saat dan setelah IPO. Konsep perubahan ini akan kami publikasikan dalam waktu dekat untuk memperoleh masukan dari pemangku kepentingan sebelum diajukan ke otoritas,” Nyoman menambahkan.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang BEI untuk meningkatkan kualitas emiten dan mendorong keterlibatan investor institusi global.

BEI pun telah menyusun kajian khusus bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk grup usaha besar, perusahaan potensial IPO, investor institusi dan ritel, hingga lembaga pemerintah.

(rtd/wep)

No more pages
← Prev article

Artikel Terkait

Baca Juga

Lainnya

Bloomberg Businessweek Indonesia

Z-Zone