Penguatan nilai tukar mata uang ringgit Malaysia juga makin menekan harga CPO. Dalam seminggu terakhir, mata uang Negeri Harimau Malaya terapresiasi 1,75% terhadap dolar AS.
CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika ringgit menguat, maka CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain sehingga menjadi kurang atraktif.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana perkiraan harga CPO untuk hari ini? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), CPO masih terjebak di zona bearish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 26.
RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Kalau di bawah 30, maka sudah jenuh jual (oversold).
Sedangkan indikator Stochastic RSI ada di angka 3. Jauh di bawah 20, juga menunjukkan sangat oversold.
Oleh karena itu, harga CPO sepertinya bisa naik hari ini. Target resisten terdekat ada di MYR 3.891/ton. Jika tertembus, maka MYR 3.920/ton bisa menjadi target selanjutnya.
Adapun target support terdekat adalah MYR 3.786/ton. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga CPO menuju MYR 3.724/ton.
(aji)





























