“Yang pertama adalah program revitalisasi pendidikan di Indonesia. Anggarannya Rp16,9 triliun dan insya Allah itu bisa kita alokasikan untuk 11.440 satuan pendidikan. Ini karena kita ada penghematan, karena mekanisme pelaksanaan yang berbeda dari yang sebelumnya,” ucap Mu’ti ditemui usai acara.
Selain itu, pemerintah juga meluncurkan program digitalisasi pendidikan dan bantuan bagi smart classroom untuk 15.000 sekolah seluruh Indonesia. Nantinya akan terdapat satu layar televisi di masing-masing kelas untuk digunakan dalam sistem pembelajaran.
“Alokasi anggarannya Rp2 triliun dan insya Allah pada tahun ini kita akan mulai realisasi untuk 15.000 satuan pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pemerintah meluncurkan program transfer bantuan langsung untuk guru honorer sebesar Rp300.000 per bulan. Insentif tersebut akan mulai dibagikan pada tahun ajaran baru, yakni sekitar bulan Juli 2025 untuk 310 ribu guru di Indonesia.
Kemudian, pemerintah memberikan bantuan dana pendidikan untuk guru yang belum menyelesaikan pendidikan tingkat Sarjana atau setara D4 sebesar Rp3 juta per semester.
“Dan itu dialokasikan untuk sekitar 12.000 guru di Indonesia. Itu yang dapat kami sampaikan untuk program hari ini,” tegas dia.
Peluncuran tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat negara, yakni Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (PMK), Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk, Wakil Menteri Komdigi Angga Raka Prabowo, Kepala Kantor Staf Kepresidenan AM Putranto, dan Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian.
(ain)































