Perkembangan di Amerika Serikat (AS) masih menjadi fokus pelaku pasar. Pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump akan memberi kelonggaran terkait tarif bea masuk.
Bloomberg News memberitakan, pemerintah AS akan memberi keringanan bea masuk untuk impor kendaraan bermotor. Nantinya, produsen bisa menagih atau mendapat reimburse senilai maksimal 3,75% dari nilai kendaraan yang dibuat di AS selama setahun, meski komponennya datang dari luar negeri.
Sebelumnya, Trump meneken aturan pengenaan tarif bea masuk sebesar 25% terhadap suku cadang kendaraan bermotor. Aturan ini sedianya berlaku mulai 3 Mei.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan pemerintah akan segera mengumumkan kebijakan ini secara spesifik.
“Meski prosesnya mungkin berjalan lambat, tetapi kesediaan Gedung Putih telah mengubah sentimen pasar dari panik menuju optimisme, meski tetap hati-hati. Ini menjadi tekanan terhadap harga emas,” sebut Dilin Wu, Research Strategist Pepperstone Group Ltd.
Emas adalah aset yang dipandang aman (safe haven asset). Saat situasi lebih tenang, lebih terkendali, maka investor biasanya lebih memilih aset yang berisiko seperti saham.
Kemarin, indeks S&P 500 di bursa saham New York menguat 0,6%. Dalam 6 hari terakhir, indeks ini melonjak sekitar 8%.
(aji)





























