Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pengiriman personel darurat untuk membantu memadamkan kebakaran, setelah menerima permintaan bantuan dari Iran, demikian dilaporkan kantor berita Tass yang mengutip kedutaan besar Rusia di Teheran. Kementerian Darurat Rusia menyatakan akan mengirimkan dua pesawat Beriev Be-200Chs dan satu pesawat Ilyushin Il-76, sebagaimana diumumkan melalui Telegram pada Minggu.
Kepala Organisasi Manajemen Krisis Iran, Hossein Sajedinia, mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa kebakaran diharapkan dapat dipadamkan pada malam hari, setelah tim dari beberapa provinsi dikerahkan untuk mengendalikan api.
Juru bicara Organisasi Manajemen Krisis Iran tidak menutup kemungkinan adanya sabotase, menurut Kantor Berita Tenaga Kerja Iran (ILNA) yang semi-resmi. Namun, ia menyebutkan ledakan kemungkinan besar disebabkan oleh kelalaian, dengan mengacu pada peringatan sebelumnya mengenai lemahnya inspeksi dan perawatan material di pelabuhan.
Kantor bea cukai pelabuhan mengindikasikan bahwa insiden mungkin disebabkan oleh bahan kimia berbahaya yang disimpan di area tersebut, meski tidak merinci jenis bahan atau pemicunya. Laporan awal menyebutkan standar keselamatan yang buruk sebagai salah satu penyebab.
Associated Press mengutip kemungkinan kaitan dengan kiriman bahan bakar roket dari China yang baru-baru ini diterima Iran untuk mengisi kembali stok misilnya, yang terkuras akibat serangan terhadap Israel dalam konflik di Gaza bersama Hamas.
Namun, Kementerian Pertahanan Iran tampak membantah laporan itu. Seorang juru bicara kementerian menyatakan di televisi nasional pada Minggu bahwa tidak ada kargo bernuansa militer di area yang terkena kebakaran.
"Masyarakat dapat tenang. Apapun penyebab insiden ini, akan kami umumkan," kata Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, di televisi pemerintah. "Kami akan mengambil tindakan terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab maupun yang lalai."
Media lokal melaporkan adanya serangkaian ledakan kecil pada malam hari yang menyebabkan api menyebar ke berbagai kontainer di pelabuhan. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan kebakaran baru yang muncul pada Minggu setelah ledakan lain, dengan kondisi diperburuk oleh angin kencang dan panas ekstrem.
Rekaman video amatir yang belum diverifikasi menunjukkan ledakan awal dengan kobaran api besar dan asap oranye pekat, berpusat di satu titik sebelum akhirnya meledak hebat. Rekaman lain memperlihatkan gelombang kejut yang menyapu kawasan sekitar.
Insiden ini terjadi bersamaan dengan pertemuan pejabat Iran dan Amerika Serikat di Muscat, selatan Teluk Oman, pada Sabtu untuk membahas kesepakatan baru terkait program nuklir Iran. Kedua pihak melaporkan adanya kemajuan dan sepakat untuk bertemu lagi di Eropa, meskipun laporan resmi menyebutkan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.
Pelabuhan Shahid Rajaee, salah satu pelabuhan komersial terbesar di kawasan, merupakan pusat vital perdagangan Iran, menangani lebih dari setengah ekspor dan impor negara itu melalui jalur laut, menurut Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA).
Pelabuhan ini juga memiliki nilai strategis karena terletak di Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar 26% perdagangan minyak dunia. Selain itu, pelabuhan ini terhubung dengan jaringan kereta api dan jalan raya nasional Iran, menghubungkan perdagangan maritim dengan pusat-pusat industri, serta berfungsi sebagai jalur transit ekspor ke negara tetangga.
(bbn)
































