Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov belum memberikan komentarnya melalui email mengenai klaim Ukraina tersebut.
Zelenskiy sudah berusaha meningkatkan pengawasan terhadap dukungan Beijing untuk Rusia saat ia berupaya membujuk pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang enggan untuk terus memberikan dukungan militer kepada Kyiv. Kritik keras pemimpin Ukraina terhadap China muncul saat Trump mengambil sikap yang semakin keras terhadap Beijing.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Tammy Bruce mengatakan kepada para wartawan pada Kamis waktu setempat bahwa ia tidak akan mengonfirmasi secara spesifik.
Namun, Bruce memaparkan "jelas bahwa perusahaan-perusahaan yang berbasis di Beijing dan China memberikan dukungan ekonomi dan teknis kepada rezim-rezim seperti Rusia, Korea Utara, dan Iran beserta proksi-proksi mereka," termasuk "barang-barang dengan penggunaan ganda yang dibutuhkan Rusia untuk mempertahankan perangnya di Ukraina."
Trump mengungkapkan rasa frustasinya karena lambatnya negosiasi dengan Moskow, yang belum menyetujui gencatan senjata apa pun, dan pada saat yang sama menyalahkan Zelenskiy atas perang Rusia yang berlanjut.
Pekan lalu, Zelenskiy mengatakan badan intelijen Kyiv telah mengidentifikasi setidaknya 155 warga negara China bertempur bersama pasukan Moskow, angka yang kemudian ia tingkatkan menjadi "beberapa ratus." Sebelumnya, dia mengklaim menangkap dua warga China di timur Ukraina.
Dia menyebut bahwa pemerintah China mengetahui upaya perekrutan Moskow terhadap warga negaranya. Tuduhan ini langsung dibantah oleh negara yang dipimpin oleh Xi Jinping tersebut.
Para pejabat Eropa yang mengetahui informasi tersebut mengatakan kepada Bloomberg News tahun lalu bahwa perusahaan China dan Rusia bersama-sama mengembangkan pesawat nirawak penyerang yang mirip dengan model Iran yang digunakan di Ukraina.
Kabar tersebut menjadi pertanda Beijing mungkin semakin dekat untuk secara langsung memberikan bantuan mematikan kepada Moskow meski ada peringatan dari para pejabat Barat.
Zelenskiy mengaku sudah secara langsung bertanya kepada Presiden Xi Jinping apakah negaranya mempersenjatai Rusia. "Dia berjanji kepada saya bahwa senjata tidak akan dijual dan dikirim ke Rusia," ujarnya. "Namun, kami mendengar informasi lain."
(bbn)






























