Kekhawatiran kian meningkat setelah pemotongan proyek sains federal oleh Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) serta serangan luas terhadap riset ilmiah, termasuk pembatalan sejumlah hibah. Pekan ini, satuan tugas pemerintah terkait antisemitisme mengumumkan akan membekukan dana hibah multi-tahun senilai US$2,2 miliar untuk Universitas Harvard karena menolak tekanan dari pemerintahan Trump.
“Para ilmuwan bergerak ke mana pun peluang dan pendanaan tersedia. Secara tradisional, AS kuat dalam hal kebebasan akademik dan pendanaan, tapi sejak pelantikan Trump, saya punya kolega yang panel hibahnya dibatalkan,” kata White. “Di AS sekarang, Inggris justru dianggap sebagai tempat yang stabil untuk riset ilmiah. Kalau orang merasa ada tempat yang lebih stabil, mereka akan pindah ke sana.”
Sejak awal tahun ini, White telah menerima dua akademisi asal AS untuk bergabung di Departemen Kedokteran Nuffield di Oxford. Beberapa mantan koleganya di AS bahkan bercanda bahwa White telah “pindah pada waktu yang tepat,” ujarnya.
Awal tahun ini, menurut laporan Politico, sejumlah anggota Uni Eropa mengirim surat kepada Komisaris Inovasi UE, Ekaterina Zaharieva, untuk mendorong perekrutan ilmuwan dari AS, yang saat ini menghadapi “intervensi riset dan pemotongan anggaran brutal yang tidak berdasar.” Surat tersebut ditandatangani oleh Prancis, Republik Ceko, Austria, Slovakia, Estonia, Latvia, Spanyol, Slovenia, Jerman, Yunani, Bulgaria, dan Rumania.
Di Inggris, persiapan pun sudah dilakukan untuk menyambut lebih banyak ekspatriat asal AS. James Chaplin, CEO firma analitik Vacancysoft, menyebut terjadi “lonjakan permintaan” terhadap akuntan pajak yang dapat membantu warga AS mengurus kewajiban pajak mereka saat tinggal di Inggris.
Permintaan dari pencari kerja asal AS kembali meningkat setelah sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir, yang sebelumnya mencerminkan kondisi ekonomi AS yang relatif lebih unggul, ujar Jack Kennedy, ekonom senior di Indeed.
Lonjakan ini bertolak belakang dengan tren dari negara-negara lain yang justru mulai menjauh dari pasar kerja Inggris. Data Indeed menunjukkan bahwa porsi pencarian kerja dari luar negeri untuk posisi di Inggris turun di bawah rata-rata jangka panjang pada kuartal pertama, membalikkan tren kenaikan pasca-pandemi. Minat terhadap pekerjaan bergaji tinggi di sektor teknik, teknologi, dan kesehatan mengalami penurunan paling tajam.
“Penurunan itu bisa mencerminkan kombinasi dari pasar kerja yang lesu dan dampak kebijakan imigrasi yang lebih ketat,” ujar Kennedy dari Indeed.
(bbn)































