Logo Bloomberg Technoz

"Persatuan dibutuhkan, jadi kami akan berunding dengan semua pihak," ujar pemimpin partai Jens-Frederik Nielsen dalam liputan malam Pemilu di stasiun televisi lokal, KNR. "Greenland perlu bersatu di masa yang penuh dengan ketertarikan dari luar."

Semua partai dalam Pemilu ini mendukung kemerdekaan, tetapi tidak sepakat soal bagaimana dan kapan waktunya. Parlemen baru yang beranggotakan 31 orang ini akan sangat penting dalam menentukan masa depan Greenland untuk menjadi negara sendiri, berkembang dari pemerintahan saat ini dalam Kerajaan Denmark. 

Pemilu ini berlangsung hanya seminggu setelah Presiden AS menegaskan kembali minatnya membeli pulau terbesar di dunia ini melalui pidatonya di depan Kongres, menyakinkan penduduk Greenland bahwa ia mampu mengendalikan pulau tersebut. 

Dalam debat yang disiarkan KNR menjelang Pemilu, Nielsen termasuk di antara para pemimpin partai yang menyatakan kekhawatiran bahwa Trump tidak bisa dipercaya. "Greenland bukanlah rumah yang bisa Anda beli. Saat Anda melihat cara Trump berbicara, kita harus lebih keras dalam bersikap," katanya dalam debat tersebut, menurut KNR.

Nielsen, 33 tahun, terpilih sebagai anggota parlemen Greenland untuk pertama kalinya pada 2021 dan sejak saat itu berkampanye untuk mendukung bisnis lokal, khususnya di industri perikanan, pertambangan, dan pariwisata.

Partai Demokraatit secara tak terduga memenangkan Pemilu Greenland. (Bloomberg)

Parlemen Greenland secara historis didominasi oleh partai-partai sosialis dan berhaluan kiri, dan kemenangan Partai Demokraatit sangat tidak terduga. Partai ini berada di posisi ketiga terbesar dengan dukungan sekitar 19% dalam jajak pendapat Verian, yang diadakan oleh surat kabar Denmark Berlingske dan publikasi Greenland Sermitsiaq pada akhir Januari lalu.

Hasil ini mengecewakan Perdana Menteri (PM) Mute B Egede, sebagai diplomat tertinggi Greenland, yang menentang Trump. Partai Inuit Ataqatigiit yang berhaluan kiri turun ke posisi ketiga dan dengan mitra koalisinya, Siumut, memperoleh sekitar 36% suara dibandingkan dengan sekitar 66% pada empat tahun sebelumnya. 

Meski kedua partai menjauhkan diri dari Trump, mereka masih berkampanye untuk meningkatkan kemerdekaan dari Denmark. Egede pada awal tahun ini mendesak Greenland melepaskan "belenggu era kolonial." Siumut, partai sosial demokrat, mengindikasikan ingin memulai perundingan kemerdekaan dengan Denmark pada Pemilu mendatang.

Pemungutan suara ini dilakukan saat kepentingan geopolitik Greenland meningkat. Terletak di ujung utara antara AS dan Eropa, pulau ini merupakan rumah bagi pangkalan militer AS yang memantau ruang angkasa dan mendeteksi ancaman rudal, juga menyimpan cadangan besar mineral penting yang digunakan dalam perangkat elektronik, sehingga makin mudah diakses saat lapisan es di kutub mencair. Pulau ini juga diharapkan menjadi bagian penting dari rute pelayaran global dalam beberapa dekade mendatang.

Secara keseluruhan, 28.620 orang di wilayah jarang penduduk ini memberikan suara, sehingga jumlah pemilih mencapai 70,9%, naik dari 65,9% pada Pemilu sebelumnya. Di luar tempat pemungutan suara di Nuuk, partai-partai politik mengadakan rapat kecil-kecilan, membagikan kue dan barang dagangan pada orang-orang yang lewat.

Niels Kronholm, pekerja sektor publik berusia 48 tahun yang tinggal di ibu kota, mengatakan ia berencana memberikan suara pada malam hari untuk menghindari antrean, tetapi tetap saja ia harus berhadapan dengan kerumunan massa saat tiba sekitar satu jam sebelum tempat pemungutan suara ditutup.

"Ada suara-suara dari luar yang membuat orang ingin memberikan suara mereka," katanya. Seharusnya memilih sudah menjadi hal yang wajar, tetapi saya pikir Trump benar-benar membuat orang beranjak dari sofa kali ini."

(bbn)

No more pages