Lebih lanjut, Tri menjelaskan sebelum rekomendasi perizinan impor BBM keluar, seharusnya SPBU swasta sudah lebih dahulu melakukan persiapan seperti memesan kapal hingga hal lainnya. Tri mencontohkan seperti yang dilakukan Pertamina, yang lebih dahulu menyiapkan segala hal sebelum dapat izin dari pemerintah.
“Modelnya seperti model Pertamina. Jadi semua disiapkan pada saat rekomendasi keluar itu langsung running. Kalau pada saat rekomendasi keluar baru pesan ini, pesan itu, nah itu akan lama memang. Kayak Pertamina itulah, model Pertamina itu. Bisa cepat,” jelas Tri.
Sebelumnya, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian mengatakan kasus kelangkaan BBM di SPBU Shell terjadi akibat kondisi stock out terhadap seluruh varian produk bensin RON 92, RON 95, dan RON 98, serta solar CN51 sejak Januari 2025.
Ingrid menyebut Shell mengalami keterlambatan pengiriman stok BBM akibat gangguan dari sisi suplai atau rantai pasok. Inggrid mensinyalir awal mula kelangkaan BBM di SPBU Shell sudah terjadi sejak September tahun lalu, saat perseroan mengajukan permohonan neraca komoditas dari Kementerian ESDM untuk mengantongi izin impor BBM dari Kementerian Perdagangan.
Shell, menurut Ingrid, baru mendapatkan persetujuan neraca komoditas dari Kementerian ESDM pada 20 Januari 2025, sedangkan persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan baru dikantongi pada 23 Januari 2025.
"Jadi kalau kita lihat, perizinannya membutuhkan waktu yang lebih lama dari sebelumnya, karena kami juga sudah sampaikan pada September, tetapi kami baru mulai Januari," terangnya dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (26/2/2025).
Hal senada juga diungkapkan Presiden Direktur bp-AKR Vanda Laura ihwal persetujuan neraca komoditas ke Kementerian ESDM untuk melakukan impor stok BBM sejak September 2024, tetapi baru mendapat lampu hijau pada Januari 2025.
Pada saat pengajuan, bp-AKR juga sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait liniwaktu yang diperlukan untuk mengimpor BBM pada akhir tahun.
“Kita mengirim timeline-nya jangan ada yang missed. Kami juga sudah menginformasikan kalau misalnya proses impor ini tidak mudah, terutama kalau pada akhir tahun itu biasanya memang terjadi congestion juga karena cuaca juga,” ujarnya.
Belum lama ini, sejumlah SPBU milik swasta seperti Shell Indonesia dan bp-AKR mengalami kekosongan BBM di sejumlah SPBU. Beberapa SPBU tersebut masih beroperasi, tetapi tak melayani penjualan BBM.
Terlihat petunjuk harga yang biasa tertera di bagian bawah pelang juga tidak tersedia. Lalu di pintu masuk SPBU juga sudah dipasang tulisan yang menunjukkan stok BBM di titik pengisian itu masih kosong.
(mfd/wdh)































