Menegaskan perubahan sikap Washington, AS pada Senin menarik kembali kecamannya terhadap invasi Rusia dalam sidang Majelis Umum PBB. AS bahkan memveto resolusi yang didukung Eropa yang mengecam "invasi besar-besaran" Rusia.
Sebagai gantinya, AS dan Rusia untuk pertama kalinya sejak perang dimulai menyepakati resolusi di Dewan Keamanan PBB yang menyerukan "akhir cepat" konflik tanpa menyalahkan pihak mana pun. Resolusi ini mendapat dukungan dari Rusia dan China, mencerminkan pergeseran luar biasa dalam dinamika politik global setelah sebelumnya anggota tetap dewan kerap saling memveto resolusi terkait perang ini.
China sendiri secara terbuka mendukung komunikasi langsung antara Putin dan Trump. Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan kepada wartawan pada akhir pekan bahwa "jendela perdamaian kini mulai terbuka."
Namun, masih belum jelas bagaimana membaiknya hubungan AS-Rusia akan memengaruhi kedekatan Beijing dengan Moskow. Xi dan Putin telah menyepakati hubungan "tanpa batas" pada Februari 2022, hanya beberapa hari sebelum Rusia melancarkan invasi, dan sejak itu keduanya terus bersatu dalam menentang dominasi AS di panggung global.
Kedua pemimpin juga telah mengisyaratkan rencana kunjungan ke negara masing-masing tahun ini. Xi dijadwalkan mengunjungi Moskow pada Mei, sementara Putin mengatakan Rusia dan China akan bersama-sama memperingati 80 tahun berakhirnya perang China-Jepang.
(bbn)






























