Saat ini, Daly dan pejabat The Fed lainnya menghadapi ketidakpastian besar terkait kebijakan pemerintahan Trump, mulai dari tarif impor, kebijakan imigrasi, perpajakan, hingga regulasi yang berpotensi berdampak pada ekonomi AS.
Ia menyoroti pentingnya memahami dampak keseluruhan dari kebijakan baru, termasuk cakupan, skala, dan waktu implementasinya—yang hingga kini belum jelas.
“Jika kita bertindak secara preventif dengan hanya melihat satu aspek secara terpisah, kita bisa berakhir dengan kesalahan kebijakan,” jelasnya.
Akhir pekan lalu, Presiden Donald Trump mengumumkan tarif sebesar 25% terhadap Kanada dan Meksiko, tetapi pada Senin (03/02/2025), ia mencapai kesepakatan dengan kedua negara untuk menunda penerapannya setidaknya selama satu bulan. Namun, tarif 10% untuk barang asal China resmi berlaku sejak Selasa tengah malam, yang langsung dibalas oleh Beijing dengan sejumlah kebijakan balasan.
Pekan lalu, The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga setelah sebelumnya memangkas suku bunga sebanyak tiga kali pada akhir 2024.
Dalam wawancara terpisah dengan The New York Times yang diterbitkan Selasa pagi, Daly mengatakan bahwa ia masih merasa nyaman dengan proyeksi kebijakan moneter The Fed pada Desember lalu, yang menunjukkan dukungan luas terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin sepanjang tahun ini.
(bbn)
































