Penolakan Kolombia berujung pada pengenaan tarif impor 25%. Alhasil, ketegangan pun kembali meruyak di pasar dan meningkatkan perburuan para pengelola dana global terhadap aset safe haven seperti dolar AS juga emas.
Bursa saham di Asia memperlihatkan penguatan di awal transaksi, di tengah sentimen kehati-hatian yang menyelimuti prospek pasar global setelah keputusan Trump tersebut.
Indeks saham Jepang mengalami kenaikan, sementara kontrak berjangka Hong Kong menunjukkan potensi kenaikan moderat saat pembukaan. Kontrak berjangka saham AS melemah, mengurangi kenaikan pekan lalu yang menjadi awal terbaik untuk masa jabatan presiden sejak 1985. Pasar saham dan obligasi Australia tutup karena libur.
Pasar global mengalami rebound pekan lalu setelah kekhawatiran mengenai terjadinya perang dagang global pada hari-hari pertama masa jabatan Trump mereda, setelah Presiden AS tersebut tidak serta merta memberlakukan tarif impor segera terhadap barang-barang dari Meksiko, Kanada, dan China.
Namun, ancaman kembali muncul setelah Trump memerintahkan sanksi perdagangan terhadap Kolombia pada Minggu (26/01/2025), karena menolak penerbangan deportasi AS terkait masalah hak asasi manusia.
“Masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa ancaman tarif telah berakhir,” kata Wee Khoon Chong, seorang ahli strategi di BNY di Hong Kong, dilansir dari Bloomberg News. “Risiko Asia tetap rentan akibat ketidakpastian tarif. Namun, setiap nada yang lebih lunak atau tidak terlalu agresif terkait tarif akan disambut baik dalam jangka pendek.”
(rui)































