Logo Bloomberg Technoz

“Negara menetapkan 3 pejabat pemerintahan Rusia yang terlibat atas pembunuhan tokoh oposisi Aleksey Navalny. Negara juga memberi sanksi kepada lebih dari 500 target sebagai tambahan atas represi, pelanggaran hak asasi, dan agresi di Ukraina. Negara juga menambah lebih dari 90 perusahaan ke dalam daftar,” ungkap keterangan tertulis dari Departemen Keuangan AS.

Pelaku pasar menilai sanksi terbaru itu bisa mempengaruhi permintaan batu bara Rusia. Sejak perang meletus di Ukraina, Rusia menjual sumber daya alam dengan harga diskon dan dibeli oleh sejumlah negara seperti India dan China.

“Dengan sanksi baru ini, saya tidak berpikir perusahaan-perusahaan besar di India ingin membeli batu bara dari Rusia. Pengiriman tidak akan berhenti, tetapi orang-orang akan lebih menghindari barang dari Rusia,” ungkap seorang trader di India di sela-sela acara Coaltrans Conference di Goa (India), seperti diberitakan Bloomberg News.

Saat pasokan batu bara murah dari Rusia makin sulit masuk ke pasar, maka pembentukan harga akan berubah. Harga akan bergerak naik, karena tidak ada lagi barang murah yang tersedia dengan mudah.

Cuan Buat Indonesia

Namun, ini akan menguntungkan bagi negara-negara produsen batu bara lainnya, termasuk Indonesia. Permintaan batu bara Indonesia bisa meningkat, karena menggantikan posisi yang sebelumnya ditempati Rusia.

Batu bara adalah komoditas unggulan ekspor Indonesia. Sepanjang 2023, nilai ekspor komoditas bahan bakar mineral (yang didominasi batu bara) tercatat US$ 43,57 miliar. Angka ini setara 17,94% dari total ekspor non-migas Tanah Air.

Mengutip catatan Kpler, Indonesia mengekspor lebih dari 413 juta metrik ton baru bara pada Januari-Oktober 2023. Naik 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka itu membuat Indonesia menguasai 50,2% pangsa ekspor batu bara dunia.

China menjadi negara tujuan ekspor batu bara utama bagi Indonesia, dengan pangsa sekitar 44%. Disusul oleh India dengan pangsa sekitar 20% dan Filipina 7,2%.

Analisis Teknikal

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara memang masih bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 69,99. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI sudah berada di angka 100. Sepertinya investor harus waspada, karena batu bara sudah sangat jenuh beli (overbought).

Oleh karena itu, ada kemungkinan harga batu bara akan mengalami koreksi dan masuk area konsolidasi. Target support terdekat ada di US$ 125/ton. Penembusan di titik ini bisa membawa harga turun lagi ke US$ 120/ton.

Sedangkan target resisten terdekat adalah US$ 138/ton. Jika tertembus, maka harga batu bara berpeluang naik ke arah US$ 143/ton.

(aji)

No more pages