Logo Bloomberg Technoz

“Pertamina melihat Mandalika Racing Series sebagai ruang pembinaan yang penting bagi pembalap muda Indonesia. Melalui kompetisi yang berkelanjutan, para pembalap memiliki kesempatan untuk terus mengasah kemampuan, mengevaluasi hasil, dan meningkatkan performa dari satu seri ke seri berikutnya,” ujar Baron.

Menurut dia, proses pembinaan pembalap tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas dan kemampuan teknis. Kesempatan untuk mengikuti kompetisi secara konsisten juga diperlukan agar para pembalap memiliki pengalaman menghadapi tekanan dan dinamika persaingan di lintasan.

Penyelenggaraan kompetisi dengan standar regulasi yang jelas turut menjadi faktor penting dalam membentuk kualitas pembalap. Dengan demikian, para peserta tidak hanya dituntut memiliki kecepatan, tetapi juga memahami disiplin, sportivitas, serta aspek keselamatan selama mengikuti perlombaan.

Standar Kompetisi dan Dukungan Energi Pertamina

Dalam penyelenggaraannya, Pertamina Mandalika Racing Series menerapkan regulasi yang mengacu pada standar Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM). Acuan tersebut menjadi bagian dari upaya membiasakan pembalap nasional dengan ketentuan kompetisi yang berlaku dalam olahraga balap motor.

Penerapan standar tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan sekaligus mempersiapkan pembalap Indonesia menghadapi persaingan yang lebih luas. Kedisiplinan terhadap regulasi, pemahaman teknis, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan menjadi aspek yang harus diperhatikan setiap peserta.

Baron menilai pengalaman bertanding merupakan salah satu elemen utama dalam proses pembentukan pembalap profesional. Melalui kesempatan berkompetisi secara rutin, pembalap dapat mengukur kemampuan, mengenali kekurangan, dan melakukan evaluasi untuk meningkatkan performa.

“Pengalaman bertanding menjadi bagian penting dari proses pembinaan. Kami berharap ajang ini dapat terus melahirkan pembalap-pembalap Indonesia yang semakin kompetitif dan mampu bersaing di tingkat internasional,” tambah Baron.

Selain mendukung pembinaan sumber daya manusia di bidang otomotif, Pertamina juga berkontribusi melalui penyediaan bahan bakar untuk menunjang performa kendaraan yang digunakan dalam kompetisi.

Seluruh tim yang berpartisipasi dalam Mandalika Racing Series menggunakan Pertamax Turbo. Produk bahan bakar tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan kendaraan balap selama berkompetisi di lintasan.

Penggunaan Pertamax Turbo dalam ajang ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Pertamina untuk menunjukkan kualitas produk energinya dalam kondisi berkendara dengan performa tinggi. Dalam kompetisi balap, karakteristik bahan bakar menjadi salah satu aspek yang diperhatikan karena berkaitan dengan kebutuhan mesin terhadap pembakaran optimal dan respons yang konsisten.

Dukungan tersebut memperlihatkan keterlibatan Pertamina dalam ekosistem motorsport tidak terbatas pada penyelenggaraan dan pembinaan pembalap. Perusahaan juga menghadirkan dukungan dari sisi produk energi yang digunakan selama kompetisi berlangsung.

Baron mengatakan keterlibatan Pertamina dalam ajang balap motor nasional menjadi bagian dari kontribusi perusahaan terhadap perkembangan olahraga otomotif Indonesia.

“Melalui Pertamina Mandalika Racing Series, Pertamina tidak hanya mendukung pembinaan pembalap nasional, tetapi juga menunjukkan kualitas produk energi dalam mendukung performa kendaraan di lintasan balap. Ini menjadi bagian dari kontribusi Pertamina dalam membangun ekosistem motorsport Indonesia yang semakin maju,” jelas Baron.

Momentum Evaluasi Pembalap Menjelang Akhir Musim

Putaran final MRS 2026 memiliki arti penting bagi para pembalap setelah menjalani rangkaian kompetisi sepanjang musim. Seri penutup ini menjadi kesempatan untuk memperlihatkan hasil latihan, perkembangan kemampuan, serta pengalaman yang telah dikumpulkan dari putaran-putaran sebelumnya.

Konsistensi penyelenggaraan kompetisi juga diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan olahraga otomotif nasional. Dengan semakin banyaknya kesempatan bertanding, pembalap muda memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan dan membangun rekam jejak kompetitif.

Di sisi lain, keberadaan sirkuit berstandar internasional di Mandalika memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan ajang balap nasional. Fasilitas tersebut menjadi salah satu sarana bagi pembalap untuk merasakan atmosfer kompetisi dengan standar yang lebih tinggi.

Bagi Pertamina, keberlanjutan Mandalika Racing Series merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan antara pembinaan olahraga, pengembangan talenta, dan dukungan industri energi terhadap sektor otomotif.

Perusahaan berharap ajang ini dapat terus membuka kesempatan bagi munculnya pembalap-pembalap potensial dari berbagai daerah di Indonesia. Pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan jalur pengembangan talenta yang lebih terarah.

Melalui penyelenggaraan MRS 2026, Pertamina juga berharap ekosistem motorsport nasional semakin berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat. Kehadiran kompetisi secara konsisten dinilai dapat menjadi fondasi untuk mendorong pembalap Indonesia menembus jenjang persaingan yang lebih tinggi.

Dengan berakhirnya rangkaian kompetisi musim ini, Mandalika Racing Series diharapkan tidak hanya menghasilkan capaian di lintasan, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap regenerasi pembalap nasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan olahraga otomotif Indonesia agar semakin kompetitif dan berkelanjutan.

(tim)

No more pages