Cara Neneng Goenadi Pimpin Grab Indonesia Lewat ‘Nguwongke Uwong'

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepemimpinan di era digital menuntut lebih dari sekadar kemampuan mengambil keputusan dan mencapai target bisnis. Perubahan yang berlangsung cepat membuat seorang pemimpin perlu terbuka terhadap perspektif baru, mampu beradaptasi, sekaligus tetap memiliki arah dan nilai yang menjadi pegangan.
Bagi CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, kepemimpinan pada akhirnya berbicara tentang bagaimana seorang pemimpin dapat memberikan nilai dan dampak bagi orang lain. Bukan hanya mencapai tujuan organisasi, tetapi juga menginspirasi, memberdayakan, dan membantu orang-orang di sekitarnya untuk berkembang.
Pandangan tersebut menjadi bagian dari filosofi kepemimpinan Neneng. Menurutnya, hal-hal yang tetap relevan dalam kepemimpinan adalah integritas, kejelasan arah, serta kemampuan membangun kepercayaan. Sementara itu, cara seorang pemimpin menjalankan perannya perlu terus menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Di tengah perubahan tersebut, kemampuan untuk mendengar menjadi salah satu pendekatan yang digunakan Neneng. Ia menempatkan kedekatan dengan orang-orang di dalam organisasi sebagai bagian dari proses membangun kepemimpinan.
“Bagi saya, kepemimpinan bukan hanya soal bagaimana kita menjalankan bisnis dan mencapai target, tetapi juga bagaimana kita membangun kedekatan dengan tim, seperti keluarga. Ada sisi compassionate leadership yang penting, yaitu bagaimana kita benar-benar melihat, mendengar, dan menghargai setiap orang sebagai manusia. Dalam bahasa Jawa, bagaimana kita bisa nguwongke uwong, memanusiakan manusia,” kata Neneng.

































