Logo Bloomberg Technoz

“Anda memiliki algoritma yang mulai bekerja ketika harga minyak turun dan ada banyak aksi short covering, jadi saya rasa tidak banyak keyakinan dalam pergerakan ini,” kata O’Rourke melalui sambungan telepon.

Ketika kenaikan harga minyak memperburuk tekanan inflasi, pasar saham terus menghadapi tekanan dari kenaikan imbal hasil Treasury AS. Imbal hasil tersebut melanjutkan kenaikan dari Rabu, ketika pasar mengalami salah satu aksi jual harian terbesar sejak Donald Trump mengumumkan tarif pada April 2025 yang membuat pasar mengalami gejolak.

Kondisi itu membuat imbal hasil berada di level tertinggi sejak Krisis Keuangan Global, sementara para trader memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan terus menaikkan suku bunga. Langkah tersebut berpotensi memberikan tekanan signifikan terhadap berbagai sektor ekonomi.

“Kenaikan suku bunga jelas memberikan tekanan pada pasar saham dan semuanya berkaitan dengan pasar minyak — pasar minyak saat ini mengendalikan segala sesuatu di sekitar kita,” kata Emily Roland, co-chief investment strategist di Manulife John Hancock Investments, dalam wawancara dengan Bloomberg TV.

Perusahaan pengembang perumahan terpaksa memangkas harga ketika suku bunga KPR berada di atas 7%, meskipun data penjualan rumah baru menunjukkan laju yang lebih kuat dari perkiraan. Data yang dirilis Kamis juga menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran masih berada di dekat level terendah dalam sejarah, menggarisbawahi kekuatan pasar tenaga kerja.

Di sektor teknologi, saham Oracle Corp turun setelah perusahaan teknologi cloud tersebut mengambil langkah untuk mencegah membengkaknya biaya pembangunan pusat data berskala besar di New Mexico.

Saham Meta Platforms Inc naik setelah perusahaan memperkenalkan perangkat berukuran telapak tangan bernama Muse Charm pada Rabu malam. Langkah tersebut memperdalam penetrasi Meta ke pasar perangkat berbasis AI, menyusul peluncuran aplikasi Muse. Saham Meta memberikan dorongan terbesar terhadap indeks S&P 500 dan Nasdaq 100.

Namun, faktor utama yang menggerakkan pasar tetap harga minyak. Harga minyak melonjak tajam pada awal sesi perdagangan setelah pemimpin tertinggi Iran mengatakan Teheran dapat memperluas perang ke Samudra Hindia jika AS atau Israel kembali menyerang. Harga minyak kemudian ditutup tidak jauh dari level tertinggi intraday, dengan minyak mentah Brent berada di sekitar US$107 per barel. Rekor harga diesel AS membuat pemerintahan Trump membahas kemungkinan pembatasan ekspor dengan kilang domestik, sebuah langkah yang dapat menimbulkan konsekuensi tak terduga.

(bbn)

No more pages