Sebanyak 320 saham melemah, dan 178 saham menguat. Sementara, 183 saham tidak bergerak.
Untuk perdagangan hari ini, Kamis (24/9/2026), BRI Danareksa Sekuritas menyebut, pasar sejatinya merespons positif keputusan Bank Indonesia yang mempertahankan BI Rate 5,75% untuk ketiga kalinya, namun memang foreign flow masih net sell pasar saham Rp408 miliar, sehingga rebound belum sepenuhnya terkonfirmasi dari sisi aliran dana.
Sentimen pasar tertuju pada perkembangan geopolitik global, khususnya Presiden AS–Presiden China pada 23–25 September serta komunikasi AS–Iran di sela–sela UNGA.
Secara teknikal, kenaikan IHSG masih dikategorikan sebagai technical rebound karena ada pola memantul dari support penting 6.220–6.390, sementara MACD masih menunjukkan bearish momentum.
“Investor perlu mencermati reaksi harga di area support tersebut; breakout 6.450 membuka ruang menuju 6.585 untuk menutup gap dan selanjutnya 6.705, sedangkan pelemahan kembali di bawah 6.220 berisiko membatalkan skenario rebound,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas,
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HRTA, VKTR, dan PGEO.
Lebih lanjut, melansir Phintraco Sekuritas, sesuai prediksi, RDG Bank Indonesia masih mempertahankan BI Rate pada level 5,75%. Untuk deposit facility rate dan lending facility rate masing-masing juga tetap di level 4,75% dan 6,5%.
Keputusan tersebut menggarisbawahi kekhawatiran Bank Sentral mengenai stabilitas nilai tukar rupiah, seiring dengan pergerakan rupiah yang cenderung stabil, sekaligus tetap menjaga inflasi dalam kisaran target serta mendukung pertumbuhan ekonomi.
Yang menjadi perhatian pasar pagi ini, sentimen negatif berasal dari harga minyak yang menyudahi tren penurunan selama lima hari seiring pasar mencermati sinyal diplomatik yang beragam antara AS dan Iran. Investor juga akan memantau kunjungan Presiden China Xi Jinping ke Washington yang dimulai pada hari Rabu, yang merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya dalam kurun waktu lebih dari satu dekade.
Secara teknikal, IHSG masih bergerak di bawah MA5, dengan Stochastic RSI telah berada pada area oversold. “Sehingga IHSG berpotensi bergerak level 6.300–6.400. Namun jika IHSG menembus level 6.300, diperkirakan akan kembali uji level 6.200-6.270,” terang Phintraco.
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham ICBP, MDKA, DSSA, BBCA, dan BREN.
CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, turunnya mayoritas harga komoditas dan melemahnya Bursa Wall Street seiring kekhawatiran bahwa The Fed akan kembali menaikan suku bunga acuan pada pertemuan Oktober nanti diprediksi akan menjadi sentimen negatif di pasar.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 6.300–6.225 dan resistance 6.450–6.525,” tulis riset CGS International. Sementara itu keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan berpeluang masih menjadi sentimen positif untuk IHSG.
Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham TINS, ANTM, EMAS, ARCI, PTBA, dan SMGR.
Panin menyematkan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh kembali naiknya harga minyak, masih derasnya outflow dana asing, serta melemahnya sebagian besar komoditas di hari ini.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas. Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INDF, BBNI, dan ANTM.
(fad)





























