Logo Bloomberg Technoz

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan para pejabat sedang "menelaah apakah hal itu layak dilakukan dari segi kapasitas kilang secara keseluruhan, dan apakah larangan penuh atau sebagian akan efektif."

Trump berbicara dalam pertemuan di sela-sela Sidang Umum PBB bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang telah ia desak untuk mengurangi serangan terhadap infrastruktur energi Rusia.

Trump mengatakan akan membahas masalah ini dengan Zelenskyy, menyusul seruan berulang agar Kyiv menghentikan serangan terhadap kilang-kilang Rusia yang telah memaksa Moskwa membatasi pengiriman bahan bakarnya sendiri.

Pasar bahan bakar global sedang menghadapi dua guncangan sekaligus: gangguan aliran pasokan di Selat Hormuz yang vital dan serangan berkelanjutan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia.

AS muncul sebagai pemasok terakhir bagi dunia, di mana ekspor diesel melonjak hingga mencapai rekor mingguan mendekati 2 juta barel per hari pada bulan lalu.

Penghentian ekspor, meski hanya sementara, akan membuat pembeli di seluruh Amerika Latin dan Eropa berebut mencari alternatif di tengah terbatasnya ketersediaan pasokan. Hal ini akan menambah tekanan inflasi di Eropa, di mana harga energi sedang melonjak dan menimbulkan kekhawatiran bagi para bankir sentral.

Di dalam negeri AS, Trump menghadapi tekanan yang semakin besar untuk membatasi ekspor diesel—bahan bakar yang vital untuk mengoperasikan peralatan pertanian di wilayah pusat pertanian Amerika dan menyediakan listrik di daerah pedesaan Alaska.

Harga bahan bakar yang tinggi menjadi beban berat bagi pemilih Amerika menjelang Pemilu sela, sehingga Partai Republik—partai Trump—berisiko kehilangan mayoritas kursi di Kongres. 

Pernyataan Trump ini menyoroti perdebatan yang sedang berlangsung di dalam pemerintahan mengenai biaya dan manfaat pembatasan baru tersebut.

Menteri Dalam Negeri Doug Burgum dan Menteri Energi Chris Wright menentang larangan ekspor. Wright menekankan AS fokus pada peningkatan pasokan alih-alih membatasi penjualan ke luar negeri.

Menurut klub otomotif AAA, harga eceran diesel di AS pekan ini rata-rata naik melampaui US$6,50 per galon—mencapai rekor baru—sementara harga bensin tanpa timbal mencapai US$4,48 per galon secara nasional.

Senator Republik Chuck Grassley dari Iowa dan Dan Sullivan dari Alaska sama-sama mendukung langkah tersebut. Pemimpin Mayoritas Senat John Thune, politikus Republik dari South Dakota, pekan lalu mengatakan dia "terbuka untuk menjajaki" kemungkinan larangan ekspor diesel.

Sullivan, pendukung setia industri minyak dan gas AS yang sedang bersaing ketat melawan kandidat Demokrat Mary Peltola, menyatakan dukungannya untuk membatasi ekspor diesel hingga perang Iran berakhir.

"Bahan bakar Amerika seharusnya tetap berada di dalam negeri untuk warga Amerika," ujar Sullivan. "Harga diesel sudah sangat mahal."

Para eksekutif industri minyak dan gas telah memperingatkan agar langkah tersebut tidak diambil.

Larangan ekspor "kemungkinan besar akan mengganggu rantai pasok dan merugikan produsen minyak AS, sekaligus gagal menurunkan harga di SPBU dan justru berpotensi membuatnya semakin mahal," kata Erik Milito, kepada National Ocean Industries Association, salah satu dari sejumlah kelompok industri yang telah menyatakan penolakan.

Awalnya, harga kemungkinan akan turun karena AS menahan lebih banyak bahan bakar olahan, sehingga meningkatkan cadangan di dalam negeri.

Namun, menurut para analis energi, tanpa kemampuan untuk mengekspor pasokan ke seluruh dunia, produsen minyak dan kilang bahan bakar AS akan memangkas produksi, yang pada akhirnya memicu kenaikan harga. 

"Kami memahami pemerintah sedang mempertimbangkan setiap opsi untuk memberikan keringanan, tetapi membatasi ekspor energi AS hanya akan memperparah masalah—memperburuk tantangan penyulingan dan pada akhirnya merugikan konsumen," kata Mike Sommers, Presiden American Petroleum Institute, dalam pernyataan.

"Solusinya adalah peningkatan pasokan dan fleksibilitas yang lebih besar, bukan pembatasan baru yang berisiko memperburuk situasi yang sudah sulit."

Keringanan harga apa pun akibat pembatasan ekspor hanya akan bersifat sementara, kata Wright dalam forum Daily Caller pada Kamis.

"Dalam waktu singkat, kilang-kilang kita harus mengurangi aktivitas pengolahan," kata Wright. "Kita bisa mengisi penuh fasilitas penyimpanan dalam dua hingga tiga minggu, lalu kita akan memproduksi lebih sedikit bensin, dan harga bensin pun akan segera melonjak."

Dampaknya akan dirasakan secara tidak merata di seluruh negeri. Misalnya, wilayah Pantai Teluk AS yang produktif—pusat penyulingan domestik dan kapasitas ekspor domestik yang signifikan—kemungkinan besar akan dibanjiri diesel karena pasokan menumpuk di tangki penyimpanan. 

Namun, harga diesel mungkin tetap tinggi di wilayah Timur Laut AS dan wilayah lain negara tersebut, mengingat keterbatasan kapasitas pipa untuk mengangkut bahan bakar dan persyaratan yang sudah berlaku sekitar satu abad yang mewajibkan penggunaan kapal tanker buatan dan dioperasikan AS untuk mengangkut muatan antarpelabuhan domestik.

Meski Trump telah mencabut sebagian pembatasan Undang-Undang Jones, keputusannya sedang ditinjau berdasarkan kasus per kasus. 

"Jika ekspor diesel dilarang, perusahaan penyulingan akan mengurangi produksi," ujar Bob McNally, presiden perusahaan konsultan Rapidan Energy Group, kepada Bloomberg Television pada Senin.

Jika ada larangan ekspor bahan bakar diesel, bensin, atau produk minyak bumi, "perusahaan penyulingan akan berkata, 'Tahukah Anda? Ini saat yang tepat untuk menghentikan produksi dan melakukan perbaikan yang sangat dibutuhkan.'"

Bahkan larangan ekspor diesel yang terbatas pun kemungkinan besar akan berdampak berantai pada bensin, yang diproduksi di kilang yang sama. Trump mengakui dinamika tersebut pada Selasa.

"Hal ini akan sedikit berdampak pada bensin mobil biasa karena ketika Anda melakukan hal tersebut, Anda akan mengetahui bahwa itu adalah semacam aliran. Ini adalah keseimbangan," kata Trump.

Pembatalan moratorium ekspor sebagian besar minyak mentah AS selama empat dekade pada 2015 dianggap telah membantu mendorong produksi minyak dalam negeri.

Ketika Kongres mencabut larangan ekspor minyak mentah, mereka menyertakan ketentuan yang mengizinkan presiden AS membatasi penjualan ke luar negeri atau menerapkan persyaratan perizinan atas ekspor hingga satu tahun dalam keadaan darurat atau keadaan lainnya.

Trump bertemu dengan para pengusaha kilang awal bulan ini untuk mencari cara-cara memperluas kapasitas produksi bahan bakar mereka dengan cepat.

(bbn)

No more pages