"Jangan beraktivitas pada radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru. Rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tulis PVMBG.
Aktivitas Anak Krakatau
Dari Selat Sunda, aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan melandai usai rentetan erupsi sepanjang 4-6 September 2026.
Aktivitas permukaan gunung api berangsur melandai dan beralih menjadi erupsi Strombolian. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap mempertahankan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).
"Tercatat sebanyak 14 kali erupsi Strombolian," ujar Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria dalam keterangannya pagi ini.
Erupsi Strombolian merupakan erupsi berupa letupan-letupan yang terjadi secara berkala akibat pelepasan gas dari magma. Aktivitas tersebut dapat menghasilkan lontaran material pijar dan abu vulkanik di sekitar kawah.
Erupsi strombolian merupakan salah satu karakteristik aktivitas Gunung Anak Krakatau. Munculnya kembali erupsi Strombolian menunjukkan bahwa episode erupsi menerus telah berakhir. Namun, aktivitas vulkanik masih berlangsung sehingga masyarakat tetap perlu waspada dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan.
(ain)




























