Logo Bloomberg Technoz

Pada jalur diplomasi, pertemuan yang direncanakan pada Senin malam antara Iran dan beberapa negara Teluk terkait pembentukan jalur pelayaran sementara melalui Selat Hormuz ditunda, menurut Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi.

Sebelumnya, Bahrain menyatakan tidak akan hadir, sebagian karena serangan terhadap pipa minyak Timur-Barat, sementara Axios melaporkan bahwa Riyadh juga memiliki keraguan terhadap rencana tersebut.

Para pelaku pasar kemudian sedang menilai dampak regional dari serangan militer yang cepat oleh militan Houthi yang didukung Iran di sepanjang pantai Laut Merah Yaman. Serangan ini berpotensi memungkinkan kelompok tersebut untuk mengendalikan lebih ketat lalu lintas pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb, titik krusial maritim lainnya.

Harga minyak mentah melonjak 77% tahun ini, sejalan dengan meluasnya konflik AS-Iran di kawasan tersebut, yang membatasi ekspor dan menimbulkan kekacauan di pasar pelayaran.

Dengan Teheran dan Washington yang terlibat dalam perebutan kendali Selat Hormuz, jalur pipa Timur-Barat telah menjadi rute vital untuk mempertahankan aliran ekspor.

Krisis yang berkepanjangan ini telah memicu lonjakan inflasi pada perekonomian global, yang memaksa kenaikan harga minyak mentah, gas alam, dan produk minyak bumi termasuk bensin dan solar. Data AS pekan lalu menunjukkan kenaikan harga semakin meningkat pada bulan Agustus, sehingga meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Irak kemudian telah mengambil langkah untuk menanggulangi dampak serangan terhadap pipa minyak vital Arab Saudi — yang memiliki kapasitas sekitar 7 juta barel per hari, dan mengangkut minyak melintasi negara itu ke pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah — setelah diketahui bahwa serangan tersebut dilancarkan dari dalam wilayah Irak.

Di AS, Menteri Keuangan Scott Bessent pekan lalu sebut segera mengumumkan sanksi terhadap sebuah bank besar pada hari Senin, sebagai bagian dari upaya memaksa Teheran untuk menyerah. Pada saat yang sama, Angkatan Laut AS sedang memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Republik Islam Iran untuk membatasi ekspor energinya.

Indikator pasar menunjukkan meningkatnya kekhawatiran mengenai pasokan dalam jangka pendek. Selisih harga kontrak terdekat Brent — selisih antara dua kontrak terdekatnya — berada pada level US$5,53 per barel dalam kondisi backwardation, naik dari US$3,84 seminggu yang lalu. Ini merupakan pola bullish di mana harga kontrak terdekat memiliki premi dibandingkan kontrak berikutnya.

(bbn)

No more pages