Logo Bloomberg Technoz

Sebelumnya, Bloomberg Technoz memberitakan adanya kabar mengenai rencana rights issue jumbo sekitar Rp5 triliun di PACK.

Berdasarkan sumber yang diperoleh, aksi tersebut dikaitkan dengan rencana injeksi aset baru ke dalam perseroan.

Rencana itu muncul bersamaan dengan proses audit laporan keuangan kuartal II-2026 yang disebut dilakukan sehubungan dengan rencana aksi korporasi.

Bloomberg Technoz telah menghubungi manajemen PACK terkait dengan rencana rights issue. Hanya saja, permohonan konfirmasi belum ditanggapi sampai berita tayang.

PACK sendiri telah melakukan aksi korporasi sebelumnya melalui rights issue dengan skema Obligasi Wajib Konversi (OWK).

Dari aksi tersebut, perseroan mengakuisisi 30% saham PT Konutara Sejati dan 34,5% saham PT Karyatam Konawe Utara senilai Rp2,7 triliun. Kedua perusahaan tersebut merupakan pengelola tambang nikel yang menjadi lini bisnis PACK di sisi hulu bahan baku baterai listrik.

Dari sisi kinerja, PACK membukukan laba yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp190,74 miliar pada semester I-2026, berbalik dari rugi Rp14,35 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan perseroan pada periode tersebut mencapai Rp213 miliar, dengan penjualan bijih nikel menjadi sumber utama pendapatan. 

Afiliasi Haji Isam 

Adapun, PACK menjadi kendaraan investasi Deng Weiming di rantai pasok nikel Indonesia. Weiming adalah President CNGR Advanced Materials, salah satu raksasa produsen bahan baku baterai listrik yang menguasai hampir seperempat pasar global.

CNGR Advanced Materials memasok bahan baku baterai setrum kepada sejumlah pabrikan terkenal seperti LG Chem, CATL, Samsung, BYD hingga Tesla.

Weiming memegang kendali PACK lewat lengan investasinya PT Eco Energi Perkasa dengan kepemilikan saham 40,56%.

Belakangan Weiming mengundang Pemilik Jhonlin Group Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam untuk menguasai sebagian saham PACK pada Mei 2026 lalu.

Haji Isam mengambil bagian 21,12% saham PACK atau sekitar 6,83 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp137 per saham. Nilai investasi akuisisi bagian saham itu mencapai Rp936,65 miliar.

Weiming dan Haji Isam sama-sama berkongsi untuk menggarap pabrik ternary precursor berbasis nikel untuk baterai litium.

(fik/naw)

No more pages