Pernyataan tersebut muncul ketika Altman, CEO Anthropic PBC Dario Amodei, dan salah satu pendiri sekaligus CEO xAI Corp. Elon Musk pada Sabtu sama-sama menyuarakan perlunya memperlambat laju pengembangan AI karena meningkatnya risiko teknologi tersebut terhadap umat manusia.
Ini merupakan momen langka ketika para pemimpin tiga perusahaan pesaing utama di bidang AI tersebut memiliki pandangan yang sama.
Kekhawatiran mengenai potensi ancaman eksistensial yang ditimbulkan AI kini telah menjadi perhatian arus utama.
Kekhawatiran tersebut sebagian dipicu oleh pengunduran diri seorang peneliti Anthropic yang mendapat sorotan luas pekan ini.
Peneliti tersebut mengundurkan diri karena khawatir perusahaannya bertindak secara tidak bertanggung jawab dan bahwa AI dapat “memusnahkan kita semua pada akhir dekade ini.”
Seorang karyawan Anthropic yang masih bekerja di perusahaan tersebut juga mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa kemungkinan terjadinya skenario tersebut “lebih dari 10% dalam dekade mendatang.”
“Menurut saya, prinsip utama yang seharusnya kita semua sepakati adalah bahwa kita tidak boleh mengambil tindakan yang berisiko membuat kita kehilangan kendali atas masa depan kepada AI,” kata Altman kepada Fortune.
OpenAI telah mengajukan dokumen secara rahasia untuk IPO pada Juni, meskipun perusahaan mengatakan bahwa waktu pelaksanaan pencatatan saham tersebut masih belum diputuskan.
Anthropic juga tengah mempersiapkan IPO-nya sendiri, yang berpotensi melampaui IPO SpaceX yang memecahkan rekor pada awal tahun ini, dengan nilai US$86,2 miliar, termasuk opsi over-allotment.
OpenAI menolak memberikan komentar mengenai pernyataan Altman tersebut.
(bbn)






























