Logo Bloomberg Technoz

Meskipun AS mengatakan telah mengalihkan sebagian besar fokusnya ke tekanan ekonomi terhadap Iran, berbagai kekerasan terus berulang sejak saat itu.

Sebelumnya, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa rudal AS menghantam sebuah kapal tanker Iran di lepas pantai Kharg. Stasiun televisi pemerintah Iran, dengan mengutip pernyataan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengatakan seluruh awak kapal tanker di sekitar dermaga Kuwait dan Bahrain harus “segera meninggalkan kapal mereka, baik yang sedang berlabuh maupun bersandar di dermaga, karena akan menjadi target.”

The Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut AS pada Senin. Laporan tersebut, yang mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, mengatakan tidak ada kapal Amerika yang terkena serangan.

AS dan Iran telah terlibat dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz selama berbulan-bulan. Teheran sebagian besar menutup jalur tersebut bagi lalu lintas kapal setelah pasukan AS dan Israel melancarkan perang pada akhir Februari. Sebelum perang, Selat Hormuz menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak global, dan penutupannya telah menyebabkan lonjakan harga energi dunia.

Iran tengah berunding dengan Oman mengenai kesepakatan untuk membuka kembali jalur perairan tersebut bagi lalu lintas kapal. Namun, kedua negara kemungkinan akan mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melintas. AS dan sekutunya menentang pungutan apa pun atas jalur perairan internasional yang sebelumnya bebas digunakan tersebut.

Laporan mengenai ledakan di dekat Kharg pada Selasa mendorong kenaikan harga minyak. Pulau tersebut memiliki arti penting dalam konflik karena perannya yang krusial dalam infrastruktur energi Iran. Serangan AS di pulau itu berfokus pada penghancuran aset-aset militer, tetapi Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengancam akan menargetkan fasilitas minyak dan beberapa kali bahkan mengisyaratkan kemungkinan merebut pusat ekspor tersebut.

(bbn)

No more pages