“Prime Air Flight 7598 keluar dari landasan pacu diagonal Bandara Internasional Miami dan kini berada dalam kondisi tidak dapat beroperasi di ujung barat laut bandara,” kata juru bicara Bandara Internasional Miami, Indira Almeida-Pardillo, dalam sebuah pernyataan. Ia mengatakan seluruh landasan pacu dan jalur taksi ditutup sejak pukul 15.00 waktu setempat dan penghentian seluruh pergerakan penerbangan di darat diberlakukan.
Menteri Transportasi Sean Duffy memperingatkan kemungkinan terjadinya penundaan signifikan dan pembatalan penerbangan melalui unggahan di X.
21 Air, maskapai kargo yang berbasis di Miami, mulai mengoperasikan pesawat kargo Boeing 767-300 untuk Amazon pada 2024.
Amazon mengonfirmasi bahwa salah satu pesawatnya yang dioperasikan oleh 21 Air mengalami insiden saat berupaya mendarat di Miami.
“Kami bekerja sama secara erat dengan otoritas dan pejabat setempat untuk memahami secara pasti apa yang terjadi,” kata juru bicara Amazon, Kelly Nantel, dalam unggahan di X. “Saat ini, prioritas utama kami adalah keselamatan, kesejahteraan, dan penanganan bagi semua pihak yang terlibat.”
Maskapai kargo internal Amazon kini semakin berfokus pada pesawat berukuran besar yang mampu melayani penerbangan jarak jauh dan pengiriman dalam jumlah besar. Pesawat 767 yang mengalami kecelakaan di Miami saat ini menjadi jenis pesawat dengan jumlah terbesar dalam armadanya. Amazon Prime juga mengoperasikan 10 pesawat kargo Airbus A330-300 serta sejumlah pesawat Boeing 737 berbadan sempit untuk rute regional.
Perwakilan 21 Air belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
FAA mengatakan akan menyelidiki insiden tersebut.
Meski penyebab kecelakaan masih belum diketahui, insiden ini berpotensi menjadi kecelakaan kargo terburuk sejak UPS Airlines Flight 2976 hancur setelah menghantam daratan sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Louisville Muhammad Ali di Kentucky pada 4 November 2025. Insiden tersebut menewaskan tiga awak pesawat dan 11 orang di darat.
Pesawat yang terlibat dalam kecelakaan ini telah berusia lebih dari 32 tahun dan pertama kali terbang pada Juni 1994. Selama beberapa dekade, pesawat tersebut berpindah tangan dan pernah dioperasikan oleh Air Europa, Kenya Airways, serta Atlas Air, perusahaan spesialis kargo, setelah dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2016, berdasarkan data yang dihimpun situs Planespotters.
Boeing 767 sudah tidak lagi diproduksi sebagai pesawat komersial, tetapi masih banyak digunakan untuk penerbangan. Produsen pesawat tersebut masih memproduksi Boeing 767 dalam jumlah terbatas sebagai pesawat pengisian bahan bakar untuk kebutuhan militer.
(bbn)





























