Pada Kamis, sebelum komunike dirilis, Presiden Palau Surangel Whipps Jr. selaku tuan rumah pertemuan menyerukan agar kawasan tersebut menunjukkan sikap bersama mengenai isu tersebut.
“Suara Pasifik yang bersatu sangat penting untuk membuat Beijing menghormati kedaulatan, transparansi, dan menjadi mitra yang bertanggung jawab. Saya pikir itulah pesan yang harus disampaikan kepada Beijing,” kata Whipps. “Penting bagi kita untuk memiliki posisi yang bersatu dan kami akan mengupayakannya.”
Bulan lalu, kelompok tersebut gagal mencapai konsensus mengenai pernyataan yang mengkritik uji coba rudal itu ketika para menteri luar negeri negara anggota bertemu di Fiji, setelah Kiribati dan Nauru menolak menandatanganinya.
Negara-negara Pasifik dalam beberapa tahun terakhir semakin menjadi pusat persaingan antara AS dan China, terutama setelah Beijing dan Kepulauan Solomon menandatangani pakta keamanan pada 2022.
Pemimpin Kiribati bulan lalu mengatakan tidak adil jika China menjadi satu-satunya pihak yang dikritik karena AS juga melakukan uji coba rudal di kawasan tersebut dari Kepulauan Marshall, menurut Australian Broadcasting Corp.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Whipps menolak perbandingan tersebut pada Kamis (3/9).
“Situasinya sangat berbeda. AS memberikan pemberitahuan yang memadai dan memiliki perjanjian dengan Kepulauan Marshall,” kata Albanese di Palau. “Apa yang kami lihat dalam uji coba China adalah peluncuran rudal dengan pemberitahuan yang sangat minim, yang jelas tidak sesuai dengan apa yang diharapkan secara internasional, dari sebuah kapal selam, yang melintasi dan kemudian jatuh di Pasifik” dekat Tuvalu.
Uji coba tersebut dilakukan “tanpa menghormati negara-negara tersebut”, katanya. “Dan itulah sebabnya tindakan tersebut mendapat respons yang begitu kuat dari negara-negara Pasifik, termasuk Australia.”
Canberra sebelumnya telah menyampaikan keluhan kepada Beijing terkait minimnya pemberitahuan ketika China melakukan latihan militer dengan peluru tajam di Laut Tasman, antara Australia dan Selandia Baru, pada Februari 2025.
“Kami tidak ingin halaman belakang kami, rumah kami, terancam,” kata Whipps. “Dan, sungguh, tidak dihormati.”
Whipps dan Albanese menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka perluasan instalasi pembangkit listrik tenaga surya di Palau yang didanai pemerintah Australia. Keduanya menekankan bahwa perubahan iklim merupakan ancaman paling serius bagi kawasan tersebut.
Namun, kekhawatiran tersebut berulang kali tersisihkan oleh persaingan geopolitik antara China dan AS di kawasan, termasuk terkait status Taiwan.
(bbn)































