“Sejak pertama kali dimasukkan ke dalam daftar pada Januari 2025, CXMT terus mengalami kerugian reputasi dan komersial. Perusahaan ini mengajukan gugatan ini untuk melindungi reputasi dan kepentingan bisnisnya.”
Sebagai sinyal semakin kuatnya pengaruh CXMT, Apple Inc. dilaporkan sedang melakukan pembicaraan untuk membeli chip memori perusahaan tersebut, bersama dengan pemasok asal China lainnya, Yangtze Memory Technologies Co.
Chip tersebut akan digunakan dalam perangkat Apple yang dijual di China, demikian dilaporkan Bloomberg News pada bulan Juli. Pembicaraan tersebut telah memicu kekhawatiran di Washington, di mana sekelompok senator AS mendesak Apple untuk menghentikan upayanya mengandalkan pemasok asal China.
CXMT mengatakan pada hari Jumat bahwa pencantuman dalam daftar hitam AS tidak akan memengaruhi operasi sehari-harinya. Perusahaan ini kini menjadi produsen DRAM terbesar keempat di dunia. CXMT dan Yangtze Memory kembali dimasukkan ke dalam daftar hitam pada bulan Juni, setelah sebelumnya dihapus dari versi daftar yang sempat muncul sebentar pada bulan Februari.
(bbn)






























