Logo Bloomberg Technoz

“Sentimen sama sekali tidak akan terbantu oleh risiko geopolitik di Timur Tengah.”

US Dollar Gauge Poised To Break Declining Trend. (Sumber: Bloomberg)

Dalam pidato besar pertamanya sejak memimpin bank sentral tersebut, Warsh memperingatkan bahwa inflasi belum melambat secara berarti dan mengatakan para pembuat kebijakan harus yakin bahwa inflasi memang sedang melandai. Jika tidak, The Fed masih memiliki “pekerjaan yang harus dilakukan”. Dia mengatakan kondisi keuangan saat ini belum cukup ketat dan menyebut suku bunga sebagai “alat utama” The Fed untuk menjalankan mandatnya, meski tidak sampai memberikan sinyal bahwa dia mendukung kenaikan suku bunga pada September.

Pernyataan tersebut mendorong imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun ke level tertinggi dalam sebulan, sementara dolar melonjak 0,4%. Trader meningkatkan taruhan bahwa kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan lebih mungkin terjadi daripada tidak, dan kebijakan moneter akan diperketat setidaknya sekali lagi dalam setahun ke depan, menurut data swap yang dihimpun Bloomberg.

“Pasar menangkap pesan hawkish dari Gubernur The Fed Warsh dalam pidatonya di Jackson Hole,” tulis Marc Chandler, kepala strategi pasar di Bannockburn Capital Markets, dalam sebuah catatan. “Bahkan jika pasar bereaksi berlebihan terhadap komentar Warsh, koreksi kenaikan dolar baru saja dimulai.”

Di Asia, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengangkat seorang wakil menteri keuangan menjadi pejabat ekonomi tertinggi di negara tersebut dan menunjuk menteri pertahanan baru dalam perombakan kabinet yang bertujuan menghidupkan kembali pertumbuhan dan meningkatkan investasi. Perubahan tersebut dilakukan setelah tingkat kepuasan terhadap Lee turun ke rekor terendah 42% pada pekan lalu, di tengah tekanan terhadap pemerintahannya terkait kebijakan perumahan dan gejolak pasar.

Trader juga akan mewaspadai kemungkinan meningkatnya pernyataan bernada keras dari pejabat Jepang ketika yen berada di sekitar level 160 per dolar. Mata uang tersebut merosot ke level terlemahnya dalam sebulan pada Jumat di tengah lonjakan dolar, memperpanjang pelemahan yang telah menghapus lebih dari separuh penguatan yen yang dipicu oleh intervensi.

Intervensi terbaru telah “menekan tekanan depresiasi yen sampai batas tertentu, menandakan bahwa penguatan dolar jauh di atas level 160 kemungkinan tidak akan ditoleransi,” tulis para ahli strategi Barclays, termasuk Lemon Zhang, dalam catatan kepada klien. “Namun, faktor-faktor fundamental masih membebani yen, termasuk selisih imbal hasil AS-Jepang yang masih lebar, tekanan fiskal, serta berlanjutnya pembelian aset luar negeri oleh investor Jepang.”

Pergerakan Utama Pasar

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,2% pada pukul 07.04 waktu Tokyo.

Mata Uang

  • Euro sedikit berubah di level US$1,1581
  • Yen Jepang sedikit berubah di level 160,15 per dolar
  • Yuan offshore sedikit berubah di level 6,7313 per dolar
  • Dolar Australia sedikit berubah di level US$0,7159

Kripto

  • Bitcoin naik 0,2% menjadi US$78.725,65
  • Ether turun 0,3% menjadi US$2.484,3

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 2,5% menjadi US$85,49 per barel
  • Harga emas spot sedikit berubah

(bbn)

No more pages