Logo Bloomberg Technoz

"Mungkin ada sesuatu yang secara mendasar hilang dari pemahaman kita tentang fisika saat ini, dan Roman berpotensi memberikan pencerahan mengenai hal tersebut," ujar Kristen McQuinn, kepala kantor misi Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman di Space Telescope Science Institute, sebelum peluncuran.

"Teleskop ini memiliki kemampuan untuk mengukur energi gelap—kekuatan misterius ini—hingga ke masa awal alam semesta."

Wahana antariksa ini juga dilengkapi secara khusus untuk memburu eksoplanet—planet yang mengorbit bintang lain di luar tata surya kita. Para ilmuwan berharap Roman mampu menemukan planet lain yang menyerupai Bumi, dengan harapan dapat menentukan apakah kehidupan mungkin dapat bertahan di tempat lain.

Nama Roman diambil dari astronom Amerika Nancy Grace Roman, yang sering dijuluki "Ibu Hubble" karena perannya terkait Teleskop Luar Angkasa Hubble yang telah mengorbit Bumi sejak 1990. Roman adalah kepala astronom pertama NASA sekaligus perempuan pertama yang menjabat sebagai eksekutif di badan antariksa tersebut.

Teleskop Roman memiliki cermin pengumpul cahaya yang ukurannya serupa dengan milik Hubble, namun wahana antariksa baru ini dilengkapi kamera bidang luas canggih yang memungkinkannya menangkap area pandang 100 kali lebih luas dibandingkan kemampuan Hubble. Wahana ini juga mampu memindai langit lebih cepat daripada teleskop-teleskop pendahulunya.

"Teleskop ini dapat memetakan langit sekitar 1.000 kali lebih cepat daripada Hubble," ujar McQuinn. "Atau dengan kata lain, setiap 10 bulan kita akan memperoleh data yang setara dengan hasil pengamatan Hubble selama kurang lebih 1.000 tahun."

Berbeda dengan Hubble, Roman terutama akan mengumpulkan citra dalam spektrum inframerah—jenis cahaya yang tidak dapat kita lihat namun dapat dideteksi sebagai panas. Teleskop Luar Angkasa James Webb milik NASA yang sangat canggih juga mengumpulkan cahaya inframerah.

Roman juga dilengkapi instrumen baru yang unik bernama koronagraf, yang dirancang untuk menghalangi cahaya bintang sehingga memungkinkan wahana ini memotret eksoplanet yang sangat redup yang mungkin mengorbit di dekatnya.

Roman akan menghabiskan waktu beberapa bulan ke depan untuk menempuh perjalanan menuju lokasi tujuannya sembari membentangkan sejumlah instrumennya. Para ilmuwan dan operator teleskop juga akan menghabiskan tiga bulan berikutnya untuk memastikan berbagai instrumen wahana tersebut berfungsi dengan baik sebelum memulai operasi ilmiah pada akhir tahun.

Jika semuanya berjalan sesuai rencana, citra pertama yang diambil oleh Roman diperkirakan akan tiba pada tahun 2027.

Perjalanan teleskop ini menuju landasan peluncuran terbilang panjang dan penuh liku. Konsep Roman pertama kali dicetuskan pada awal tahun 2010-an dan melalui proses studi serta pengembangan selama bertahun-tahun.

Biaya proyek membengkak melampaui cakupan rencana awal, sehingga mendorong NASA mencari cara untuk menekan anggaran dan mengurangi kompleksitasnya. Bahkan pada satu titik di tahun 2018, pemerintahan Trump sempat berupaya membatalkan misi ini, namun upaya tersebut terhenti di Kongres.

Pada tahun 2025, rancangan awal usulan anggaran Presiden Donald Trump juga tidak mengalokasikan dana untuk misi tersebut, namun usulan anggaran finalnya mencakup dana bagi proyek itu.

(bbn)

No more pages