Berikut performa saham bank-bank besar Tanah Air hari ini:
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 1,89% Rp3.780/saham
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menguat 1,27% Rp3.190/saham
- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menguat 1,23% ke Rp1.235/saham
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,17% Rp6.475/saham
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menguat 0,95% ke Rp4.250/saham
Sejumlah saham LQ45 lainnya turut melesat hingga menempati jajaran top gainers:
- PT Indika Energy Tbk (INDY) menguat 2,17% ke Rp2.830/saham
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) menguat 1,32% ke Rp3.060/saham
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menguat 1,21% ke Rp2.530/saham
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menguat 0,99% ke Rp10.225/saham
- PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) menguat 0,98% ke Rp515/saham
- PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) menguat 0,57% ke Rp8.850/saham
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menguat 0,39% ke Rp25.650/saham
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 0,33% ke Rp3.040/saham
- PT Astra International Tbk (ASII) menguat 0,21% ke Rp4.800/saham
Sepanjang pekan ini, IHSG ditutup melemah 0,12%. Sebelumnya IHSG sempat menguat hingga level intraday tertinggi di 6.566, meski akhirnya ditutup di teritori negatif.
Melansir Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup melemah imbas sentimen profit taking menjelang akhir pekan dan pidato Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve Kevin Warsh di simposium tahunan Jackson Hole.
“Pekan depan, investor akan menantikan sejumlah data ekonomi domestik, yaitu indeks PMI Manufacturing, neraca perdagangan, serta inflasi,” sebut riset Phintraco.
Selain itu, tambah riset Phintraco, investor diperkirakan akan cenderung berhati-hati pada periode efektif rebalancing indeks MSCI pada 31 Agustus. Kemudian pada September, biasanya pergerakan saham cenderung lebih volatil.
Secara teknikal, diperkirakan IHSG akan cenderung berkonsolidasi pada kisaran 6.400-6.600 pekan depan.
(fad/aji)






























