Meski demikian, harga token ini masih jauh di bawah rekor tertingginya yang mencapai sekitar US$126.000 pada Oktober.
Bitcoin kembali diminati seiring menguatnya kembali perbincangan mengenai strategi debasement trade (perdagangan yang memanfaatkan penurunan nilai mata uang).
Sentimen ini dipicu oleh pengumuman Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent pekan lalu bahwa AS akan meningkatkan pembelian kembali obligasi (bond buyback) guna menurunkan imbal hasil jangka panjang, yang pada gilirannya memicu gelombang baru aksi jual dolar.
Pihak yang skeptis memandang rencana tersebut sebagai bukti lebih lanjut bahwa pemerintahan Trump belum siap melakukan langkah berat untuk mengurangi defisit anggaran.
Bitcoin pada awalnya diciptakan sebagai sarana untuk menghindari penurunan nilai mata uang fiat (debasement) dan inflasi yang dipicu oleh pencetakan uang oleh bank sentral
"Latar belakang makroekonomi menjadi lebih mendukung setelah rencana Departemen Keuangan untuk memperluas pembelian kembali obligasi jangka panjang membantu melemahkan dolar dan menghidupkan kembali narasi debasement trade yang menguntungkan Bitcoin serta emas," ujar Lacie Zhang, analis riset di Bitget Wallet.
Dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot mencatat arus masuk mingguan terkuat dalam 10 bulan terakhir seiring dengan lonjakan harga aset kripto tersebut.
Menurut data yang dihimpun Bloomberg, 13 ETF yang terdaftar di AS tersebut mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$1,92 miliar—jumlah terbesar sejak awal Oktober tahun lalu.
Dana-dana ini juga mencatat arus masuk harian terbesar dalam lebih dari tiga bulan, dengan perolehan sebesar US$606,3 juta pada 20 Agustus.
Pasar kripto mendapat dorongan tambahan pada hari pengumuman Bessent melalui pertemuan antara Presiden Donald Trump dan para pemimpin industri.
Pertemuan tersebut membangkitkan kembali optimisme terkait komitmen pemerintah terhadap kripto.
Momentum legislatif sempat melambat belakangan ini setelah Clarity Act—sebuah rancangan undang-undang (RUU) mengenai struktur pasar—gagal mencapai tahap pemungutan suara sebelum masa reses Senat bulan Agustus.
Trump mendesak badan legislatif tersebut untuk mengesahkan RUU itu, dan pembahasan diperkirakan akan dilanjutkan kembali pada pertengahan September.
Lonjakan harga Bitcoin yang terjadi setelahnya membuat banyak pedagang terkejut. Menurut data Coinglass, posisi taruhan bearish (bertaruh harga akan turun) dengan leverage senilai sekitar US$7,2 miliar di seluruh aset kripto terlikuidasi pada pekan lalu.
Para pedagang kripto telah berbulan-bulan berupaya menemukan titik terendah pasar. Harga Bitcoin terus turun sepanjang sebagian besar tahun 2026, menyusul aksi jual besar-besaran pada Oktober tahun lalu yang terjadi tepat setelah aset tersebut mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa.
Meski demikian, sikap skeptis masih ada. Para analis menunjuk fenomena short squeeze sebagai pendorong utama kenaikan harga, yang mengindikasikan bahwa permintaan tersebut mungkin tidak akan bertahan lama.
(bbn)

































