Logo Bloomberg Technoz

Kelompok investor juga akan menantikan klarifikasi dari Kevin Warsh mengenai pandangannya tentang bagaimana Federal Reserve seharusnya merespons inflasi yang membandel saat Gubernur Bank Sentral tersebut berbicara pada hari Jumat di pertemuan tahunan Jackson Hole.

Upaya terbaru untuk mengendalikan biaya utang AS telah memicu kembali kekhawatiran mengenai inflasi dan pelemahan dolar, menandai kembalinya tema yang disebut “debasement” yang turut mendorong reli emas yang luar biasa pada tahun 2025. 

George Efstathopoulos, salah satu manajer portofolio di Fidelity Holdings Ltd., mengatakan kepada Bloomberg News pada hari Senin bahwa ia telah menggandakan kepemilikan emas batangan dalam dana investasinya selama tiga minggu terakhir, dengan mengutip ketidakpastian mengenai kebijakan Fed sebagai pemicunya.

Lonjakan harga emas telah membawa logam mulia ini melampaui rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) yang krusial, yang sering dianggap sebagai sinyal teknis bullish. Sebagai tanda meningkatnya partisipasi investor, dana investasi yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang didukung emas dan dipantau oleh Bloomberg mencatat penambahan lebih dari 28 ton pekan lalu, angka tertinggi sejak Januari.

Sifat emas sebagai aset safe-haven juga sedang diuji oleh meningkatnya ketegangan perdagangan global. AS telah mengancam akan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap negara mana pun yang melakukan bisnis dengan Iran sebagai bagian dari kampanye untuk mengisolasi negara tersebut. Ekonomi terbesar di dunia ini juga terjerumus ke dalam perang dagang dengan Kanada setelah pembicaraan menemui jalan buntu pekan lalu.

Harga emas naik 0,5% menjadi US$4.676,92/tory ons pada pukul 07.45 waktu Singapura. Harga perak naik 0,9% menjadi US$69,53. Harga platinum dan paladium juga mengalami kenaikan. Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur nilai mata uang AS, turun tipis.

(bbn)

No more pages