“Berdasarkan kelompok umur, 39 korban meninggal merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak dan remaja, 35 dewasa,” ungkapnya.
Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 51% korban dinyatakan meninggal akibat dampak langsung gempa, seperti tertimpa reruntuhan. Sementara itu, 49% sisanya meninggal akibat dampak tidak langsung.
Adapun jumlah korban luka akibat gempa bumi ini mencapai 1.286 jiwa. Kabupaten Manggarai Timur mencatat jumlah korban luka terbanyak, yakni 643 jiwa, disusul Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 504 jiwa.
“Saat ini, data pengungsi yang ada pada kami bertambah lagi menjadi 161.084 jiwa. Adapun 3 kabupaten yang paling tinggi adalah kabupaten Manggarai, pengungsinya sebanyak 46.519 jiwa,” ungkapnya.
Selanjutnya, pengungsi di Kabupaten Nagekeo tercatat sebanyak 34.256 jiwa dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 31.372 jiwa.
Sebelumnya, BNPB melaporkan jumlah korban jiwa akibat gempa NTT hingga Sabtu (22/8/2026) mencapai 87 orang.
Korban meninggal dunia tersebar di tujuh kabupaten, dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Manggarai sebanyak 31 jiwa dan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 30 jiwa. Sementara itu, wilayah Nagekeo mencatat 13 korban jiwa, Sikka 9 jiwa, Ngada 4 jiwa, Ende 2 jiwa, serta Manggarai Barat 1 jiwa.
Selain korban meninggal, guncangan gempa NTT juga menyebabkan ribuan warga mengalami luka-luka. Pos Pendamping Nasional melaporkan total korban luka mencapai 1.298 orang, yang terdiri atas 336 luka berat, 61 luka sedang, dan 895 luka ringan. Mayoritas korban luka terkonsentrasi di Kabupaten Manggarai Timur dan Manggarai.
Jumlah warga yang mengungsi terus bertambah akibat tingginya frekuensi gempa susulan. BMKG mencatat sebanyak 5.012 gempa susulan terjadi hingga Jumat (21/8/2026) pagi, dengan 124 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Jumlah pengungsi sementara tercatat mencapai 150.576 jiwa yang tersebar di tujuh kabupaten terdampak," tulis Pos Pendamping Nasional BNPB dalam rilis resminya, Minggu (23/8/2026).
Sebaran pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 41.427 jiwa, disusul Nagekeo sebanyak 34.256 jiwa, dan Manggarai Timur sebanyak 31.372 jiwa. Wilayah lain, seperti Manggarai Barat, Sikka, Ende, dan Ngada, juga menampung puluhan ribu warga terdampak di lokasi-lokasi pengungsian.
Guna memenuhi kebutuhan warga di pengungsian, arus distribusi logistik terus digencarkan melalui jalur udara. Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma menerbangkan ratusan ton bantuan menuju titik-titik penyaluran utama di Nusa Tenggara Timur.
(smr/ros)























