Adapun batas kategori angka IPU terdiri atas:
0–50: Baik
51–100: Sedang
101–200: Tidak Sehat
201–300: Sangat Tidak Sehat
Lebih dari 300: Berbahaya
Wakil Direktur Jenderal (Pembangunan) Jabatan Alam Sekitar (JAS), Azuri Azizah Saedon menyatakan bahwa citra satelit National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mendeteksi 406 titik panas (hotspot) di Kalimantan dan 174 titik panas di Sumatra, Indonesia, pada hari sebelumnya.
Di dalam negeri Malaysia sendiri, otoritas setempat menemukan delapan titik panas yang tersebar di Sarawak (lima titik), serta masing-masing satu titik di Kelantan, Pahang, dan Terengganu.
Berdasarkan Peta Kabut Asap Regional yang dirilis ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC), cuaca kering diperkirakan terus melanda sebagian besar wilayah selatan kawasan ASEAN, kecuali hujan lokal di bagian timur laut Borneo dan utara Semenanjung Malaysia.
"Kumpulan titik panas terdeteksi tersebar di beberapa bagian Kalimantan, sedangkan titik panas terisolasi terpantau di wilayah selatan dan tengah Sumatra. Asap kabut tipis hingga sedang juga terlihat di bagian barat dan selatan Borneo," ujar Azuri Azizah.
Ia menambahkan bahwa kepulan asap sedang hingga pekat terpantau di bagian tengah dan selatan Sumatra.
Ia juga memaparkan bahwa beberapa stasiun pengawasan kualitas udara di Kalimantan Barat, bagian barat Sarawak, serta Sumatra bagian selatan dan telah merekam angka IPU pada level tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Di beberapa wilayah regional lain, cakupan awan tebal sempat menyulitkan pemantauan situasi titik panas dan kabut asap.
Di sisi lain, pihak JAS menegaskan bahwa Operasi Hujan Buatan (Cloud Seeding) dapat dilaksanakan apabila nilai IPU bertahan di atas angka 150 selama lebih dari 24 jam berturut-turut, dengan mempertimbangkan keberadaan awan konvektif dan kondisi cuaca setempat.
(smr/ros)



























